
MANGUPURA – Pelantikan Pengurus Ikatan Dokter Indonesia Cabang Badung masa bakti 2021-2024 yang berlangsung Mingg (12/12/2021) di Puspem Badung. Kegiatan ini dihadiri Bupati Badung I Nyoman Giri Prasta,dan tamu undangan diantaranya perwakilan IDI Wilayah Bali, IDI Cabang Kabupaten Kota se-Bali, Dekan Fakultas Kedokteran Universitas Udayana, Dirut Rumah Sakit dan organisasi profesikesehatan dari PDGI, PPNI, IBI, IAKMI, dan IAI Wilayah Badung.
Acara yang berlangsung secara online maupun offline ini juga dirangkai dengan webinar “Penerapan Etika dan Hukum Kedokteran di Era Revolusi Industri 4.0” dengan pemateri Dr. dr. I Wayan Artana, SH, M.Biomed dan dr. Dudut Rustyadi, Sp.FM(K), SH. Sebanyak 42 orang dokter dilantik sebagai pengurus dengan Ketua dr. I Nyoman Gunarta, MPH yang terpilih untuk periode kedua melalui Musyawarah Cabang di bulan April lalu.
Dokter Gunarta yang juga Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Badung mengatakan, pandemi mengakselerasi transformasi sistem kesehatan nasional, pada layanan kesehatan primer dan sekunder, sistem ketahanan menghadapi wabah, sumber daya kesehatan, hingga manajemen obat dan makanan. Pada kondisi tersebut diharapkan IDI mengambil peran.
“IDI harus menjadi patner strategis pemerintah dalam memberi masukan kebijakan strategis, agar
pembangunan kesehatan di Kabupaten Badung bisa berjalan baik,” sebutnya.
Dikatakan, transformasi layanan kesehatan sedang berlangsung di seluruh Indonesia. Salah satunya melalui redistribusi kepesertaan Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) di semua tingkatan layanan kesehatan primer pemerintah maupun swasta. Kabupaten Badung telah mendahului transformasi ini dan menjadi salah satu yang pertama semenjak Universal Health Coverage (UHC) beberapa tahun lalu dicanangkan.
“IDI melalui anggotanya yang praktek di layanan primer telah turut mengambil bagian untuk menunjang keberhasilan ini, integrasi pelayanan antara pemerintah dan swasta akan berperan mensukseskan pembangunan bidang kesehatan di lokasi masing-masing,” ungkap dokter Gunarta.
Bupati Badung Nyoman Giri Prasta, menyampaikan terimakasih dan apresiasi kepada tenaga medis dan paramedis yang telah bergotong royong dalam penanganan wabah covid-19. Kegiatan testing, tracing dan treatment telah berjalan baik, serta capaian vaksinasi juga menggembirakan. Walau demikian beliau berharap dengan penurunan kasus saat ini jangan membuat lengah, karena wabah dinamis seperti
dengan kemunculan varian baru Omicron.
“Kita sedang mengajukan ke pusat lanjutan vaksinasi untuk anak usia 6-11 tahun agar segera dilakukan, sehingga angka vaksinasi bisa diatas 80% dan herd immunity di Badung tercapai,” tandasnya.
Pada kesempatan itu Bupati juga menyinggung tentang kesiapan Badung menghadapi era transformasi digital. Salah satunya dengan penyediaan infrastruktur internet fiber optic yang terbentang dari ujung selatan hingga utara Kabupaten Badung.
“Harapannya agar bisa dimanfaatkan masyarakat, guna mempermudah akses informasi sehingga dapat tercipta ekosistem digital untuk mengembangkan potensi sumber daya manusia,” ucapnya.
Ekosistem digital ini juga diharapkan dapat bermanfaat di bidang kesehatan untuk mempermudah akses pelayanan dan sarana mengedukasi masyarakat di tingkat bawah berkenaan dengan kebijakan kesehatan.
“Semua pihak termasuk dokter untuk bergotong royong dan menyamakan pola pikir untuk memberikan pelayanan yang terbaik bagi masyarakat,” ajak Bupati Giri Prasta.
Bupati juga mendorong dokter muda untuk berinovasi dan menjadi agen perubahan dalam melaksanakan tugas dan fungsi melayani.
“Selamat bekerja kepada seluruh pengurus yang dilantik dan berpesan agar terus berkontribusi bagi pembangunan kesehatan di Kabupaten Badung,” pungkasnya. (*/jon)








