
TABANAN -Keberadaan Lembaga Latihan Kerja (LLK) menjadi tumpuan di tengah paceklik yang terjadi akibat pandemi Covid-19 dalam upaya peningkatan life skill masyarakat. Sayangnya, kondisi LLK Tabanan di Meliling, Kerambitan sungguh memprihatinkan. Sebagian besar kondisi bangunan LLK tersebut rusak.
Nasib LLK ini sempat dibahas dalam rapat kerja atau raker antara Komisi IV DPRD Tabanan dengan Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) setempat dilanjutkan dengan sidak langsung ke lokasi, Jumat 15 Oktober 2021. Hasilnya, dengan melihat kondisi bangunan saja, kondisi LLK bisa dikatakan memprihatinkan. Sebagian besar gedung LLK yang berdiri di atas lahan seluas kurang lebih dua hektar itu rusak parah. Sekalipun struktur bangunannya masih kuat, tampilannya kusam, plafonnya banyak yang jebol.
Kondisi ini juga yang ditengarai sebagai sebab sejumlah program pelatihan kerja dari pemerintah pusat tidak bisa diserap. Lantaran tempat yang tidak representatif. Kalaupun ada kegiatan pelatihan, tempatnya terkadang menumpang dari satu tempat ke tempat lainnya. Seperti balai desa atau kantor desa.
“Kondisi ini akan kami sampaikan dan usulkan ke bupati maupun gubernur,” jelas Ketua Komisi IV DPRD Tabanan, I Gusti Komang Wastana di lokasi.
Menurut Wastana didmapingi anggota, optimalisasi peran LLK untuk mendukung upaya pemulihan dampak ekonomi akibat pandemi Covid-19 perlu dikawal. Termasuk dari sisi anggaran untuk merevitalisasi gedung-gedungnya yang banyak rusak.
“Setelah dua tahun pandemi, masalah ketenagakerjaan banyak. Ada yang dirumahkan, ada yang kena PHK yang berujung padaberkurangnya kesejahteraan masyarakat. LLK semestinya menjadi salah satu solusi agar bisa membangun kemandirian. Tapi kondisi memprihatinkan seperti ini,” sebutnya.
Pihaknya akan tetap memberikan dukungan kepada Disnakertrans untuk melakukan upaya revitalisasi LLK. Serta membantu menjembatani dan membangun koordinasi dengan perangkat daerah lainnya. Apalagi saat ini sudah ada salah unit gedung yang hendak diperbaiki. Yakni bangunan pusat kendali energi yang menyuplai listrik ke seluruh bangunan di LLK.
“Kami akan koordinasi dengan Bapelitbang dan Dinas PUPRPKP juga. Pastinya dengan kondisi anggaran yang masih terbatas, perbaikan akan dilakukam dengan menggunakan skala prioritas” sebutnya.
Kepala Disnakertrans Tabanan I Putu Santika didampingi Kepala UPTD LLK Tabanan I Gede Nengah Sugiarta yang menerima kunjungan Komisi IV juga membeberkan hal serupa. Perencanaan mengenai revitalisasi LLK sudah diajukan sejak tiga tahun lalu melalaui dana BKK provinsi.
“Sebenarnya sudah disetujui Rp 14 miliar. Tetapi karena keburu pandemi, anggaran kena refocusing, sehingga tidak jadi,” jelasnya.
Perencanaan ini juga sudah diajukan ke Bapelitbang. Sehingga dalam perjalanannya, disetujui Rp 14 miliar.
“Dengan kondisi anggaran seperti sekarang kami mesti melakukan upaya perbaikan secara bertahap. Mana yang prioritas itu dulu yang dikerjakan. Salah satunya gedung tempat sumber listrik, atapnya jebol,” pungkasnya. (jon)








