
TABANAN – Selain beras premium, Tabanan juga memiliki komoditas andalan manggis yang kini diekspor ke mancanegara khususnya China. Para petani di Tabanan yang memiliki kebun manggis kini bergairah dengan permintaan ekspor meningkat. Apalagi harga manggis kini melambung mencapai Rp 30 ribu per kilogram. Bahkan untuk kualitas super bisa lebih mahal lagi. Manggis kini menjadi harapan setelah harga umbi porang anjlok.
Meroketnya k harga buah manggis ini disambut dengan sumringah para petani. Pasalnya semula harga manggis yang sempat turun karena dampak pandemi Covid-19 di kisaran harga Rp 15 ribu per kilogramnya. Kini mereka bisa menangguk untung lebih banyak dan menggeliatkan ekonomi masyarakat.
Ketua Perkumpulan Eksportir Manggis dan Hortikultura Indonesia Jro Putu Tesan mengaku permintaan buah manggis untuk eksport sedang tinggi saat ini. Setiap kali pengiriman ke China mencapai 36 ribu ton. Sementara khusus di Bali mampu menyumbang buah manggis sekitar 55 persen setiap kali pengiriman.
“Pasokan buah manggis dari Kabupaten Tabanan, Jembrana, Buleleng dan Karangasem,” ungkap Jro Tesan, Rabu 13 Oktober 2021.
Dia menyebut, harga buah manggis yang kini mengalami kenaikan Rp 30 ribu per kilogramnya terjadi sejak sebulan yang lalu. Semula hanya di kisaran Rp 15 per kilogramnya. Berbagai faktor penyebab dari harga buah manggis. Disamping karena permintaan yang tinggi. Juga karena faktor buah manggis Bali mampu bersaing di pasar ekspor, karena kualitas buahnya dinilai sangat baik.
“Permintaan manggis dari Bali sangat bagus, saingan kita datang dari Thailand,” ungkapnya.
Ekspor Masih Terkendala Direct Flight
Kendati harga buah manggis tinggi, namun masih terkendala dengan pengiriman. Pihaknya saat ini masih pengiriman melalui satu pintu bandara saja yakni Bandara Soekarno Hatta dan belum ada direct flight (pengiriman langsung ) dari Bandara Ngurah Rai ke luar negeri. Akan tetapi jika dibuka pintu penerbangan kembali Kamis 14 Oktober 2021 di Bandara Ngurah Rai Bali, memberikan angin segar bagi para eksportir. Apalagi Cina masuk negara yang dibuka kunjungan wisatawan.
“Nah ini ini mampu mengurangi kos biaya pengirim manggis ke Jakarta yang melalui bandara Soekarno dari Bali,” ucapnya.
Hal senada disampaikan Ketua Kadin Tabanan I Ketut Loka Antara. Dihubungi terpisah, Loka Antara mengakui, permintaan manggis saat ini sangat tinggi dari China. Hal ini juga mendongkrak harga. Untuk kualitas yang bagus harga ditingkat petani berkisar Rp 31 Ribu per kilogram. Sementara untuk untuk yang BS (kualitas sedang) diharga Rp 10 Ribu per kilogram di tingkat petani.
“Saat ini harga manggis sedang bagus-bagusnya,” jelas Loka.
Diakui, belum adanya direct flight ke China masih menjadi kendala sehingga biaya pengiriman lebih besar karena harus melalui Bandara Soekarno Hatta. Pihaknya berharap dengan rencana pembukaan penerbangan internasional di Bali kembali dibuka akan mengurangi biaya pengiriman karena bisa langsung ke China. “Kalau saat ini masih harus transit di Cengkareng, kalau mau langsung harus charter. Mudah-mudahan penerbangan internasional di Bandara Ngurah Rai bisa dibuka mulai besok, jadi pernerbangan bisa langsung ke China,” pungkasnya. (jon)








