
GIANYAR – Pengerjaan tempat relokasi pedagang Pasar Blahbatuh di belakang Pasar Yadnya, Kecamatan Blahbatuh, Gianyar, akhirnya rampung. Ratusan orang pedagang mengambil undian nomor urut di lokasi, Kamis 7 Oktober 2021.
Salah seorang pedagang, Ni Ketut Kotiani (55) hanya bisa pasrah setelah mendapat nomor undi 22. Sebab, ukuran tempat di relokasi jauh lebih kecil dari los tempatnya berjualan di Pasar Blahbatuh yang terbakar empat bulan lalu. “Kalau sudah semua begini, ya ikuti saja,” tutur Kotiani yang berjualan jajanan tradisional ini.
Sementara, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Gianyar, Luh Gede Eka Suary menyebutkan ada 604 pedagang yang akan menempati tempat relokasi dan pengundiannya dilakukan bertahap dua kali untuk mencegah kerumunan. “Sekarang ada 365 pedagang yang mengambil undian. Keseluruhan jumlah pedagang itu terdiri dari 22 toko, 56 kios, 187 Los dan 339 pelataran,” ujarnya di sela-sela memantau pengundian.
Lahan yang dipakai tempat relokasi itu seluas 54 are milik desa adat dan masih dikaji untuk kerja sama dalam hal pengelolaan ke depannya. Terkait ukuran tempat berjualan, Eka Suary menyebut untuk toko 3 x 3 meter, kios dan los 1 x 1,75 meter, dan pelataran 1 x 1,5 meter. “Saya rasa ukurannya sudah cukup dan sesuai SNI. Kalau menurut pedagang itu kecil, ya memang itulah. Ukuran minimal ada standarnya. Kalau yang lama belum standar SNI, jadi masih bebas,” ungkapnya.
“Kami sudah pengalaman di pasar relokasi. Luas sekian bisa dimanfaatkan karena mereka menaruh keranjang-keranjang, satu kursi duduk. Sudah maksimal itu,” imbuhnya.
Sementara, akses keluar masuk hanya lewat pintu timur dari wacana awal di sebelah barat. “Dari barat itu jalur umum dan dikhawatirkan menimbulkan krodit. Kalau pedagang masuk lewat barat hanya untuk membawa barang dagangan tetap bisa, tapi itu bukan jalur masuk utama,” tegasnya. (jay)








