
BULELENG – Keputusan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Buleleng menggulirkan Pembelajaran Tatap Muka Terbatas (PTM) Terbatas mulai, Senin, 4 Oktober 2021, disikapi serius Satgas-PP Covid-19 Kabupaten Buleleng. Selain membuat skema Protokol Kesehatan (prokes) yang wajib dilaksanakan satuan pendidikan, PAUD, SD, SMP, SMA/SMK Sederajat, Satgas-PP Covid-19 juga langsung terjun ke lapangan, melakukan pemantauan dan evaluasi.
“Dari hasil pemantauan ke sejumlah sekolah, saya lihat di SMPN 1 Singaraja ini persiapan PTM sudah dilakukan, protokol kesehatan sudah disiapkan sesuai jumlah siswa yang akan melakukan PTM,” tandas Sekretaris Satgas-PP Covid-19 Buleleng, Gede Suyasa, Minggu, 3 Oktober 2021.
Suyasa yang juga Sekda Buleleng mengungkapkan, meski PTM di SMPN 1 Singaraja baru akan dimulai Jumat, 8 Oktober 2021 karena ada kegiatan Asesment Nasional, penerapan Prokes sekolah ini patut diapresiasi dan diterapkan sekolah lainnya.
“Selain pemenuhan sarana prasarana dan penerapan prokes, 3M oleh seluruh warga sekolah, saya tegaskan disini terkait aplikasi PeduliLindungi agar disiapkan dan digunakan saat PTM dimulai, sehingga pada saat PTM-T dimulai, prokes sudah bisa diterapkan sesuai dengan standar yang berlaku,” tandas Suyasa.
Suyasa menegaskan, persiapan harus dilakukan termasuk simulasi, diawasi dan dikontrol oleh managemen sekolah agar PTM-T dapat berjalan dan tidak menimbulkan klaster baru penyebaran Covid-19.
Kadisdikpora Buleleng Made Astika menandaskan, khusus untuk SMP pelaksanaan PTM-T baru akan dimulai Jumat, 8 Oktober 2021.
“Karena pada tanggal 4 – 7 Oktober masih ada kegiatan Asesment Nasional (AN) sehingga PTM untuk SMP se-Buleleng baik itu Negeri maupun swasta baru akan dimulai pada 8 Oktober 2021. Untuk jenjang PAUD, SMA dan SMK, seluruhnya sudah bisa dilaksanakan 4 Oktober 2021,” ungkapnya.
Sementara untuk SD dan Satuan Pendidikan dibawah Kemenag, belum seluruhnya bisa PTM-T, karena masih ada guru dan pegawai yang belum divaksin, belum mencapai 75 persen.
“SD yang sudah bisa melaksanakan PTM-T itu ada 464 sekolah, sementara satuan pendidikan dibawah Kemenag 57 sekolah,” pungkasnya.(kar)








