
TABANAN – Meski agak terlambat, Bupati Tabanan I Komang Gede Sanjaya akhirnya menyampaikan pidato pengantar APBD Perubahan tahun 2021 secara virtual, Senin 13 September 2021. Menariknya, dalam menyampaikan pidato pengantar APBD perubahan ini, pendapatan dipasang menurun, namun justru belanja meningkat bila dibandingkan dengan anggaran induk 2021.
Dalam rapat paripurna virtual yang dipimpin langsung Ketua DPRD Tabanan I Made Dirga, Bupati Sanjaya yang berada di Tabanan Command Center (TCC) menyampaikan rancangan APBD Perubahan tahun 2021. Bupati Sanjaya menyampaikan pendapatan dipasang sebesar Rp 1,864 Triliun lebih. Pendapatan dirancang turun sebesar Rp 2,196 Miliar lebih atau 0,12 persen dari anggaran induk sebesar Rp 1,866 Triliun lebih.
Sementara di sisi belanja justru meningkat. Dalam RAPBD Perubahan tahun 2021 belanja dipasang sebesar Rp 2,021 Triliun lebih. Pos Belanja naik sebesar Rp 66,505 Miliar lebih atau (3,40 persen) dibandingkan dengan belanja pada APBD induk sebesar Rp 1,954 Triliun lebih.
“Dengan demikian ada defisit sebesar Rp 156,607 Miliar naik Rp 68,702 Miliar lebih (78,16 persen) dari anggaran induk sebesar Rp 87,905 Miliar lebih, yang akan ditutupi dengan Silpa 2020 dan pinjaman daerah,” jelas Bupati Sanjaya.

Dijelaskan, pendapatan terdiri dari pendapatan asli daerah (PAD) sebesar Rp 408,055 Miliar lebih (21,88 persen). Jumlah ini naik dari APBD induk sebesar Rp 391 Miliar lebih. Selain itu, pendapatan juga bersumber dari transfer daerah sebesar Rp 1,410 Triliun lebih (75,64 persen). Pendapatan lain-lain sebesar Rp 46,212 Miliar lebih atau 2,48 persen.
Di sisi belanja terdiri dari belanja operasional sebesar Rp 1,426 Triliun lebih atau 70,58 persen serta belanja modal sebesar Rp 347,728 Miliar lebih atau 17,18 persen. Belanja tidak terduga dirancang sebesar Rp 6,269 Miliar lebih atau 0,31 persen dan belanja transfer sebesar Rp 241.148 Miliar lebih atau 11,93 persen.
“Pembiayaan daerah terdiri dari pendapatan sebesar Rp 156, 607 Miliar lebih yang terdiri dari Silpa 2020 sebesar Rp 31, 607 Miliar lebih dan Pinjaman daerah sebesar Rp 125 Miliar. Sementara pengeluaran biaya tidak ada atau kosong,” jelasnya lagi.(jon)








