
*Dispar Mengingatkan Pariwisata Bali Dijaga dan Dirawat Jelang 2022
DENPASAR – Daerah Tujuan Wisata (DTW) yang telah diizinkan untuk uji coba dibuka, setidaknya akan membawa harapan untuk terus bangkit setelah satu setengah tahun lebih terpulas dari tidur karena pandemi Covid-19.
Meski sudah diizinkan untuk dibuka dengan ujicoba sesuai Surat Edaran (SE) Gubernur Bali Nomor 15 Tahun 2021, Dinas Pariwisata Provinsi Bali mengingatkan Bali ini tetap dijaga dan dirawat menuju 2022. Jangan sampai terjadi peningkatan kasus positif bahkan semua harus terus menjaga agar Bali segera bisa terbebas dari Covid-19. Harapan Itu disampaikan Kadis Pariwisata Provinsi Bali Putu Astawa saat dikonfirmasi, Kamis 9 September 2021.
Kadispar Putu Astawa menjelaskan sesuai SE Gubernur terbaru, Daya Tarik Wisata yang diizinkan untuk dibuka yakni DTW Alam, Budaya, Buatan, Spiritual, dan Desa Wisata dilakukan uji coba dibuka dengan kapasitas pengunjung maksimal 50 persen dengan menerapkan protokol kesehatan sangat ketat dan menggunakan Aplikasi PeduliLindungi. Menurutnya dalam tahap ujicoba dengan kapasitas 50 persen , hal itu dikarenakan Bali masih dalam status level 4.
“Kita tidak mau, ketika diberikan kelonggaran, membuat kasus Covid bertambah, oleh karenanya dalam tahap uji coba ini harus benar-benar diperketat sehingga penerapannya dengan Peduli Lindungi,” pintanya.
Putu Astawa mengatakan, dengan penerapan tersebut, srtiap masyarakat atau wisatawan yang berkunjung ke daerah tujuan wisata, sudah bisa menunjukan bahwa yang bersangkutan sudah mendapatkan vaksin baik suntikan pertama maupun kedua. Dalam data tersebut juga jelas bisa terekam apakah wisatawan yang berkunjung pernah terkonformasi positif Covid-19 atau tidak.
“Semuanya bisa yerkonfirmasi dalam data elektronik berbasis online sehingga ujicoba ini harus benar-benar ikut diawasi oleh seluruh masyarakat Bali untuk menjaga dan merawat Bali kedepan, mengingat tahun 2022 banyak event dilaksanakan di Bali,” ujarnya.
Menurut Putu Astawa, Di tahun 2022 mendatang sudah banyak sekali rencana event-event nasional maupun internasional yang akan digelar di Bali. Salah satunya event internasional yakni petemuan negara G-20. Sehingga diharapkab dalam tahap ujicoba DTW ini dibuka, kasus Covid-19 bisa terus melandai apalagi pemerintah sudah berupaya maksimal mengejar target vaksinasi di Bali bisa tuntas seluruhnya.
Putu Astawa menambahkan perkembangan Bali setiap saat terus dipantau bukan saja dari pemerintah pusat melainkan WHO juga terus melakukan pemantauan mengingat event internasional akan digelar di Bali di tahun 2022.
“Daerah Jawa sudah kian membaik dan baik juga harus lebih baik dari daerah lain karena Bali menjadi sorotan dunia dan Bali menjadi daerah tujuan wisata utama di Indonesia,” katanya.
Sementara mengenai persiapan-persiapan yang dilakukan untuk mengantisipasi kunjungan wisatawan nantinua baik domestik maupun manca negara sudah disiapkan sejak lama. Dinas Pariwisata sudah mempersiapkan Standar Operasional Prosedurnya (SOP) guna menyambut kedatangan wisatawan mancanegara ke Bali. “Kita juga telah mempersiapkan SOP wisman yang akan mendarat di Bali,”ujarnya.
Kadis Pariwisata juga menyampaikan, Bali akan mengawali dengan mencoba kembali membuka pariwisata Bali (Travell Corridor) dengan negara-negara resiko Covid rendah. Putu Astawa berharap kasus di Bali terus melandai meski masih tetap ada yang terpapar tetapi angka kesembuhan juga terus meningkat.
Menyambuta kedatang wisatawan di Bali, wilayah zona hijau juga sudah disiapkan seperti Ubud, Sanur dan Nusa Dua dan penerapan Cleaneliness Healt Safety and Environment (CHSE) sudah dilakukan. Bahkan pihaknya berharap, vaksinasi bisa tuntas, diharapan Bali dengan sembilan kabupaten kotanya semuanya bisa zona hijau.
Putu Astawa menambahkan, proses pemberian sertifikat CHSE kepada usaha pariwisata, destinasi pariwisata dan produk pariwisata lainnya juga sudah dilakukan untuk memberikan jaminan kepada wisatawan terhadap pelaksanaan mebersihan, kesehatan, keselamatan dan kelestarian lingkungan.
“Kalau seperti itu penanganan yang sudah kita lakukan untuk membuka kembali pariwisata Bali, saya rasa Bali bisa buka kembali, dengan tetap menerapkan Protokol Kesehatan yang ketat,” pungkasnya. (arn)








