
DENPASAR – Kabar adanya atlet yang tidak menginap di tempat TC Sentralisasi alias pulang ke rumah dalam sebulan ini, KONI Bali mempertegas lagi kalau para atlet wajib dan harus menginap di hotel tempat menginap. Pertimbangan ini karena sejak awal September ini waktu kian dekat untuk berangkat ke PON XX/2020 yang digelar pada tahun 2021 di Papua pada 2-15 Oktober mendatang.
Menurut Sekretaris Umum (Sekum) KONI Bali IGN Oka Darmawan, sudah menjadi kewajiban dan keharusan para atlet menginap di hotel tempat TC sentralisasi. Hal itu sudah merupakan aturan KONI Bali yang harus ditaati para atlet PON Bali.
“Sudah jelas sekarang ini waktunya semakin mepet untuk berangkat ke PON Papua jadi para atlet harus benar-benar terjaga kebugarannya dan jangan sampai terpapar Covid-19 karena hal itu akan merugikan atlet sendiri karena tidak bisa berangkat jika sampai terpapar. Jadi ikuti saja aturan KONI Bali itu. Termasuk untuk pelatih,” tegas Oka Darmawan, Selasa 31 Agustus 2021.
Sementara itu, KONI Bali sendiri nantinya juga akan sewaktu-waktu akan melakukan kunjungan untuk melihat hal itu dan selama ini hal itu juga telah dilakukan dan meminta laporan dari pihak yang mengawasi TC sentralisasi dari KONI Bali.
“Sejauh ini memang semuanya sudah bagus dengan protokol kesehatan (prokes) yang ketat. Semuanya juga berjalan lancar karena itulah kami tegaskan utamanya para atlet harus bisa menjaga kebugaran itu,” sebut Oka Darmawan.
Lalu bagaimana dengan kabar soal ada libur di masa TC Sentralisasi ?
“Memang rencananya ada dan kami masih membahas kapan libur itu dilakukan untuk kepastian harinya. Nanti setelah libur, atlet saat kembali ke hotel akan dilakukan swab antigen lebih dulu,” pungkas Oka Darmawan. (ari)








