
DENPASAR – Dua kenshi diluar tim PON Bali dilibatkan Pengprov Perkemi Bali dilibatkan untuk sparing dua kenshi PON Bali di nomor randori atau tarung. Dua kenshi di luar tim PON itu tak lain I Gede Indrawan sabuk I KYU dan Luh Putu Sintya Wulandari sabuk I DAN.
Menurut Wakil Ketua Umum Perkemi Bali Fredrik Billy , kedua atlet PON yakni Erasmus Naris Fendi dan di kelas 60kg perorangan putra dan Ni Kadek Dea Ardi Prabaswari di kelas 50 kg perorangan putri.
“Kedua kenshi yang menjadi sparing yakni Indrawan dan Sintya Wulandari merupakan kenshi yang tampil di pra-PON lalu tapi gagal lolos ke PON. Kami melibatkan keduanya karena Erasmus dan Ardi Prabaswari di tengah masa TC sentralisasi ini membutuhkan sparing untuk latihan,” ujar Fredrik Billy, Minggu 29 Agustus 2021.
Sejatinya lanjutnya, Perkemi Bali bisa saja mengajak sparring kenshi randori ini dengan kenshi-kenshi di kabupaten/kota lainnya di Bali, namun hal itu tidak bisa dilakukan karena aturan aturan protokol kesehatan (prokes) nantinya.
“Semua latihan dipusatkan di Hotel Neo. Jadi repot nanti kalau silih berganti orang datang, apalagi KONI Bali memproteksi ketat atlet menjelang PON. Maka dari itu kami ajukan dua kenshi saja untuk sparring partner,” tambah Billy yang juga Bidang Hukum dan Etika KONI Bali itu.
Lantas sejauh mana kekuatan lawan khususnya di nomor randori ? Diakuinya, Satu-satunya gambaran tentang kekuatan rival itu hanya terlihat saat pra-PON lalu.
“Kalau randori itu tergantung di lapangan. Di pra-PON kami sudah dapat memantau lawan namun untuk perkembangannya sekarang saya belum tahu karena tidak ada even lagi selama setahun ini,” demikian Billy. (ari)








