
GIANYAR – Kamar jenazah RSUD Sanjiwani, Gianyar, Minggu 15 Agustus 2021 penuh. Penyebabnya, pihak keluarga masih menunggu hari baik untuk melaksanakan upacara ngaben.
Sekda Gianyar Made Gede Wisnu Wijaya mengatakan, masyarakat tidak mau langsung memakamkan atau mengkremasi jenazah keluarga karena menunggu dewasa ayu (hari baik). “Menurut saya, begitu meninggal bisa langsung diperabukan dulu atau mekingsan ring gni sembari menunggu hari baik. Banyak yang sudah melaksanakan seperti itu, termasuk sulinggih,” katanya.
Hanya, kata Wisnu Wijaya, tidak mudah merubah kepercayaan masyarakat. Menyikapi hal itu, pihaknya akan berkoordinasi dengan PHDI dan MDA Gianyar untuk mencari solusi. Satu sisi, penambahan kamar jenazah tidak bisa begitu saja dilakukan karena ada aturan dan fasilitas yang harus diperhitungkan.”Gak mungkin ada penambahan karena harus ada treatment khusus. Kami akan rapat dan membahas secara detail dengan PHDI dan MDA dan mudah-mudahan ada solusi terbaik,” ujarnya.
Sementara, salah seorang warga menuturkan, meskipun kondisi penuh, tapi tidak sampai jenazah ditumpuk. “Kalau jenazah yang terkonfirmasi Covid-19 baru ditumpuk dan itupun setelah dimasukkan dalam peti,” kata warga yang ditemui depan kamar jenazah RSUD Sanjiwani. (jay)








