
BULELENG – Diduga lantaran mengalami depresi berat, Nyoman Sukarmi (49) beralamat Banjar Dinas/Desa Sekumpul Kecamatan Sawan, nekat mengakhiri hidup dengan cara gantung diri. Aksi nekat ibu rumah rangga (IRT) yang berstatus janda ini, diketahui kali pertama putrinya, Komang Sasminta Rani (17) saat terbangun dari tidur siang.
“Kasus gantung diri ini terungkap Rabu, 4 Agustus 2021 sekitar Pukul 15.00 WITA, saat saksi bangun tidur dan tidak melihat ibunya disekitar rumah,” ungkap Kapolsek Sawan, AKP Ketut Karwa, Rabu, 4 Agustus 2021.
Kapolsek Karwa memaparkan, dari hasil penyelidikan Unit Reskrim Polsek Sawan terungkap aksi nekat korban diketahui saksi, sekitar Pukul 15.00 WITA.
“Saat ditemukan, korban sudah dalam keadaan meninggal dunia,” jelasnya.
Tidak ada tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban yang diduga meregang nyawa 4 jam sebelum ditemukan.
“Tidak ada tanda-tanda kekerasan pada tubuh koban kecuali bekas luka jetratan pada leher. Petugas medis menyatakan, korban meninggal dunia dengan ciri-ciri gantung diri,” tegasnya.
Terkait motif, Kapolsek Karwa menyatakan belum dapat memastikan dan masih dalam penyelidikan. Namun dari keterangan saksi diketahui, sebelumnya korban yang lama menjanda sempat berusaha bunuh diri sebanyak dua kali, dengan cara menegak racun dan gantung diri.
“Namun gagal karena keburu diketahui pihak keluarga. Korban diduga kembali mengalami depresi karena putranya meninggal dunia sekitar 28 hari lalu akibat sakit jantung,” ujarnya.
Dari hasil koordinasi, pihak keluarga menolak dilakukan otopsi dan menyatakan menerima dengan ihklas kematian korban sebagai musibah.
“Berdasarkan pernyataan tersebut, jenasah korban diserahkan kepada pihak keluarga untuk dimakamkan,” pungkasanya.(kar)








