
GIANYAR – Populasi babi mulai ditingkatkan oleh peternak di Kabupaten Gianyar meskipun masih dihantui kekhawatiran akan virus African Swine Fever (ASF) atau Demam Babi Afrika yang merebak sejak Februari 2020.
Harga babi yang saat ini dirasa cukup menjanjikan menjadi alasan utama peternak meningkatkan populasi. “Peternak mulai meningkatkan populasi babi sekitar 8-10% karena harganya cukup menjanjikan di kisaran Rp 48.000 hingga Rp 50.000 per kilogram. Sedangkan untuk harga daging babi Rp 80.000 per kilogram,” ujar Kabid Pembibitan dan Produksi Peternakan Dinas Pertanian Kabupaten Gianyar, Drh. Ngakan Putu Readi, Senin 2 Agustus 2021.
Berdasarkan data, populasi babi di tahun 2016 mencapai 119.826 ekor dan tahun berikutnya meningkat 120.017 ekor. Tahun 2018 sedikit menurun 119.861 ekor dan tahun 2019 melonjak lagi 138.764 ekor. Nah, saat suspect ASF tahun 2020, populasi merosot 83.316 ekor. Kini, peningkatan populasi ternak babi merata di tujuh kecamatan di Gianyar. Paling banyak di Kecamatan Payangan dan Tegallalang. (jay)








