
TABANAN – R Mashudi Imron Khanif Hamzah (39) asal Jember, Jawa Timur yang tinggal di Peguyangan, Desember harus berurusan dengan polisi. Pasalnya residivis kasus pencurian rokok di Jember ini mencuri belasan bungkus rokok di warung milik I Ketut Sudarta (61) di Banjar Bunut Puhun, Bantas, Selemadeg Timur, Kamis 15 Juli 2021 sore. Hebatnya pelaku ditangkap saksi yang ada di dekat TKP dan diserahkan ke Polsek Selemadeg Timur.
Informasi, kasus pencurian tersebut terjadi sekitar pukul 16.00 WITA. Saat itu pelaku datang ke warung korban hendak membeli rokok. Pelaku memarkir sepeda motor Yamaha Mio warna merah Nomor Polisi P 6187 VI. Hanya saja cara pelaku memarkir motor mencurigakan karena tidak menghadap ke warung tetapi lurus dengan jalan. Hal tersebut memantik kecurigaan saksi pedagang lalapan yang memperhatikan sepeda motor pelaku.
Sesaat kemudian korban keluar dan mengatakan trelah kehilangan beberapa bungkus rokok senilai Rp 200 Ribu. Saksi pedagang lalapan yang mendengar ucapan korban kemudian memberitahu korban plat nomor pelaku yang kabur kerah Tabanan. Seketika saksi mengejar sampai terminal Pesiapan, namun tidak ditemukan. Ketika kembali dan sampai di banjar Pucuk, Bantas, Selemadeg Timur, saksi menemukan pelaku dan langsung menghentikannya. Awalnya pelaku tidak mengaku, namun saksi langsung melakukan penggeledahan termasuk membuka jok motor dan menemukan beberapa bungkus rokok. Selanjutnya saksi membawa pelaku ke Polsek Selemadeg Timur untuk proses hukum lebih lanjut.
Kapolsek Selemadeg Timur AKP Ni Komang Sri Subakti ketika dikonfirmasi membenarkan penangkapan pelaku pencurian rokok. Pelaku mengambil beberapa bungkus rokok dan dimasukkan ke dalam jaketnya.
“Pelaku sudah ditetapkan sebagai tersangka ditahan untuk proses hukum lebih lanjut,” katanya, Jumat 16 Juli 2021.
Dijelaskan, dari pemeriksaan ketahuan kalau tersangka pernah melakukan aksi serupa di wilayah Jember. Alasannya untuk membeli susu anaknya. Namun saat diperiksa didompetnya ditemukan uang sebanyak Rp 400 ribu.
“Kalau sekedar beli susu, masak uang didompetnya tidak cukup? Ternyata pelaku memang residivis kasus serupa,” jelas mantan Kasat Intelkam Polres Jembrana ini.
Ditanya kemungkinan tersangka ada hubungan dengan kasus serupa di Surabrata, Sri Subakti mengaku masih melakukan penyelidikan. Apalagi kasus serupa juga terjadi di wilayah Tabanan.
“Kalau dengan yang Surabrata, belum ditemukan ada keterkaitan, masih terus diselidiki ,” pungkasnya (jon)








