
GIANYAR – Potongan tubuh Ni Komang Ayu Ardani dimakamkan oleh pihak keluarga di setra Desa Adat Siangan, Kabupaten Gianyar, sore ini, Kamis 29 April 2021.
Pihak keluarga telah mempersiapkan tempat penguburan almarhum bersebelahan dengan mertuanya Ni Ketut Rindit (55) yang ikut menjadi korban dalam musibah kecelakaan di jembatan Banjar Laplapan, Ubud pada Kamis 18 Maret 2021 malam. “Nanti dikuburkannya di sini dekat mertuanya yang dimakamkan beberapa hari lalu,”kata Wayan Rata (52) yang merupakan keluarga almahrum saat ditemui di setra Desa Adat Siangan.
Pihak keluarga juga meminta bantuan ambulans PMI Gianyar untuk membawa jasad Komang Ayu menuju kuburan. “Nanti dari rumah sakit langsung ke sini (kuburan) tidak dibawa ke rumah lagi. Itu berdasarkan hasil rembug keluarga,”ujarnya.
Beberapa bagian tubuh Ni Komang Ayu ditemukan pada Rabu 28 April 2021 di Tukad Petanu kemudian dibawa dan dititipkan di Rumah Sakit Ari Canti, di Desa Mas, Kecamatan Ubud, Gianyar.
Sementara, pantauan WARTA BALI di rumah almarhum tampak ramai pelayat. Sejumlah perlengkapan upacara penguburan juga dipersiapkan.
Ipar korban, I Wayan Sumirat mengatakan, pihak keluarga tidak langsung menggelar upacara ngaben karena Komang Ayu meninggalnya dengan cara tidak wajar dan sesuai perarem adat setempat, ngaben baru bisa dilaksanakan dalam tempo waktu tiga tahun. “Tidak diaben, tapi dimakamkan terlebih dahulu karena aturan adat kami, jika meninggal salah pati, baru bisa diaben setelah dimakamkan paling tidak selama tiga tahun,” ujarnya.
Jasad Ni Komang Ayu ditemukan dalam kondisi tanpa kepala. Pihak keluarga memutuskan untuk tidak menunggu penguburan secara bersamaan potongan tubuh yang belum ditemukan. “Berdasarkan pertimbangan dari petugas BPBD, untuk menemukan anggota tubuh lain diperkirakan butuh waktu lama. Jika bagian satunya sudah ketemu, bagian lainnya belum tentu ditemukan. Jadi, kami putuskan untuk memakamkan saat ini juga,”ungkapnya. (jay)








