
Almarhum Bharada I Komang Wira Natha dengan seragam Brimob
TABANAN – Indonesia dan Bali kembali berduka. Setelah Mayjend TNI Anumerta I Gusti Putu Danny Nugraha Karya gugur ditembak KKB di Papua dan Kapten Laut (P) I Gede Kartika gugur jadi korban tenggelamnya kapal selam KRI Nanggala 402, kembali salah satu putra Bali asal Banjar Basa, Desa Marga, Tabanan, Bharada (Bhayangkara Dua) I Komang Wira Natha (21) gugur saat baku tembak dengan KKB di Papua, Selasa ,27 April 2021
Kerabat yang juga kakak ipar almarhum, Ni Made Sekar ketika dikonfirmasi membenarkan kalau Bharada I Komang Wira Natha gugur dalam operasi Nimangkawi 2021 untuk menangkap KKB di Papua.
“Tadi kami mendapat telpon kerabat dari Palembang (Sumsel),” ungkap Made Sekar dihubungi Via telpon.
Dikatakan, adik iparnya tersebut lahir di Desa Tegal Besar, Kecamatan Belitang II Kabupaten Ogan Komilir Ulu Timur. Kakeknya tahun 70-transmigrasi ke Sumatera Selatan. I Komang Wira Natha lahir dari pasangan I Made Biata dan Ni Wayan Jati tahun 2000. Ketika tamat SMA usai ujian di tahun 2018, pindah domisili ke Banjar Basa, Marga tinggal bersama dua kakaknya lain ibu, I Wayan Wirtayasa dan I Made Setiasa anggota TNI bertugas di Rindam IX/Udayana. Dikatakan almarhum pindah ke Bali dalam rangka mencari polisi (Brimob) di tahun 2019.
“2018 dia pindah domisili ke Bali,” ucapnya.
Kemudian di tahun 2019 mencari polisi secaba namun tidak lukus. Kenudian lulus Secata (sekolah calon tamtama) dan masuk Brimob di Bali dan dinyatakan lulus mengikuti pelatihan di Watukosek, Jawa Timur. Desember 2019 dilantik menjadi polisi dengan pangkat Bhayangkara dua (Bharada) dan ditugaskan di Kelapa Dua Jakarta (Brimob).
“Begitu dilantik langsung bertugas di Jakarta dan tiga bulan lalu berangkat ke Papua, Sebelumnya juga sempat bertugas di NTT,” ucap Kaur Desa Marga ini.
Diakui, dia tidak lama bersama adik iparnya tinggal di Bali. Karena begitu dilantik jadi Brimob langsung ditugaskan di Jakarta. Kesehariannya almarhum Wira Natha ceria, , ramah dan suka bargaul dengan tetangga selama berdomisili di Banjar Basa, Marga. Mereka juga masih sering komunikasi lewat telepon, termasum saat Galungan kemarin.
“Begitu kami mendapat kabar dari kerabat di Palembang, kami sangat berduka atas kepergian Komang yang begitu cepat,” ucapnya lirih di telepon.

Terkait upacara pengabenan, Made Sekar menyebutkan kalau jenazah almarhum akan dibawa ke rumah duka di Palembang dan rencananya akan diaben 2 Mei mendatang. Saat ini, jenazah almarhum masih di Papua dan segera dipulangkan ke Palembang Rabu 28 April 2021 dan rencananya mekingsan di geni Kamis , 29 April 2021.
“Padahal bapaknya baru meninggal setahun yang lalu , kini Komang menyusul,” ucapnya lagi.
Ditanya kemungkinan keluarga akan berangkat ke Palembang, Made Sekar mengaku belum tahu pasti. Pasalnya, saat ini masih pandemi Covid-19, agak sulit melakukan perjalanan ke luar daerah. “
“Soall ke sana (Palembang), masih belum tahu, masih dirembugkan,” ucapnya menutup pembicaraan. (jon)








