
TABANAN – Gelaran panjat tebing bertajuk Mini Kompetisi Road to PON XX/2021 di Papua yang digelar di Lintasan Panjat Tebing Alit Saputra Tabanan yang dibuka Ketua Umum KONI Bali Ketut Suwandi Sabtu (3/4/2021), merupakan ajang mengukur kemampuan para atlet pajat tebing PON Bali dan bukan ajang saling mengintip kekuatan 12 provinsi yang ambil bagian.
Ketua Umum Pengprov FPTI Bali Putu Yudi Atmika usai pembukaan menjelaskan jika kegiatan itu bukan ajang saling intip kekuatan karena kapasitasnya jika berbicara kekuatan, itu bukan teknis atlet yang berlaga.
“Panjang kaitannya kalau berbicara soal teknis karena menyangkut diantaranya latihan, pendampingan pelatih, ofisial dan timnya. Dan penentunya bukan atlet itu sendiri melainkan banyak hal. Disini untuk uji coba kemampuan atlet hanya memanjat saja serta itu belum tentu sebagai ukuran kekuatan atlet itu sendiri karena masih banyak strategi pendamping pelatih dan strategi jalur yang. Itu semua sebenarnya kalau berbicara kekuatan atlet dan tim panjat tebing PON,” kata Yudi Atmika saat dikonfirmasi, Minggu 4 April 2021.
Paling utama lajutnya, tak lain yakni bagaimana atlet itu menggunakan poin atau pegangan yang menempel di papan lintasan. Jika jarang menggunakan poin maka bakal kelabakan. Oleh karena itulah, kalau menjadi tuan rumah even termasuk PON Papua nantinya, maka akan memperoleh peluang kemenangan karena sudah sering menggunakan poin itu.
“Tapi tetap saja harus menguasai poin itu sendiri karena selalu dibuat baru dengan bentuk yang berbeda dan rahasia tidak boleh dicoba sebelum pertandingan. Intinya nanti atlet yang berlaga memiliki kemampuan membaca jalur, membaca poin dan mampu mengimbangi poin itu maka baru bisa unggul,” papar Yudi Atmika. (ari)








