
BULELENG – Pemerintah Kabupaten Buleleng melalui Satuan Tugas Percepatan Penanganan (Satgas-PP) Covid-19 Kabupaten Buleleng tak hanya gencar, menggenjot pelaksanaan vaskinasi Tahap II Termin I Tahun 2021. Ditengah penyebaran Covid-19 yang berlangsung fluktuatif, Satgas-PP Covid-19 Buleleng juga telah melaksanakan isolasi mandiri berbasis desa/kelurahan terhadap pasien dengan status Orang Tanpa Gejala dan Gejala Ringan (OTG-GR).
“Selain menggenjot vasiksinasi Covid-19 Tahap II Termin I Tahun 2021 dengan prioritas ASN, TNI Polri, termasuk vaksinasi untuk rekan-rekan wartawan yang dijadwalkan Senin, 8 Maret 2021, Satgas juga sudah melaksanakan isolasi terpusat desa/kelurahan sesuai Inmendagri 5/2021,” ungkap Sekretaris Satgas-PP Covid-19 Kabupaten Buleleng, Gede Suyasa, Minggu, 7 Maret 2021.
Suyasa memaparkan, sesuai data dan informasoi Tim Medis Satgas-PP Covid-19 Kabupaten Buleleng per-tanggal 7 Maret 2021, kasus terkonfirmasi baru sebanyak 25 orang, tersebar pada 6 kecamatan di Kabupaten Buleleng.
“Jumlah kasus terkonfirmasi masih fluktuatif, disamping karena memang masih adanya penyebaran virus corona, pelaksanaan 3T, Tracing oleh tim medis yang dibackup TNI/Polri dan Testing dengan Rapid Antigen serta Lab PCR di RSUD Buleleng juga menjadi faktor pemicu peningkatan jumlah pasien Covid-19,” jelasnya.
Treatment atau penanganan medis, sampai hari ini tercatat 162 pasien menjalani perawatan medis. Dengan rincian, sebanyak 74 pasien dengan status ‘suspek’ menjalani perawatan pada sejumlah RS Swasta dan RS milik pemerintah di Kabupaten Buleleng maupun diluar Buleleng.
Sementara 88 pasien berstatus OTG-GR, kata Suyasa, menjalani isolasi terpusat pada tempat yang disiapkan desa/kelurahan sebanyak 6 orang dan 76 pasien lainnya menjalani isolasi mandiri. (kar)








