
BANGLI – Dinas Pertanian, Ketahanan Pangan dan Perikanan (PKP) Kabupaten Bangli mencatat hingga Sabtu (25/7/2026), ikan mati keracunan akibat semburan belerang di Danau Batur mencapai 37,1 ton. Kerugian petani diperkirakan lebih dari Rp1 miliar.
Kabid Perikanan Dinas PKP Bangli, I Wayan Agus Wirawan, mengonfirmasi kondisi air Danau Batur yang terdampak letupan belerang mulai berangsur normal, Minggu (26/7/2026).
“Kondisi air danau di kawasan terdampak sudah mulai normal, hanya bau ikan yang mati tercium cukup keras,”kata I Wayan Agus Wirawan.
Pihaknya bersama sejumlah intansi terkait telah melakukan pembersihan. Namun, masih ada bangkai ikan yang tercecer di pinggiran danau dan menebar bau kurang sedap.
“Bangkai ikan kita kirim ke kelompok tani di wilayah Pengotan untuk diolah menjadi pupuk,”ungkap I Wayan Agus Wirawan.
Ia menyebut ikan mati paling banyak di wilayah Abang Dukuh mencapai 25 ton, disusul di Desa Buahan 10,4 ton, dan Desa Kedisan 1,7 ton.
“Sampai saat ini kita masih melakukan pemantauan kondisin air di Danau Batur. Astungkara, dampak semburan belerang tidak meluas dari kawasan tiga desa tersebut,”ucapnya.








