
BADUNG – Universitas Udayana (Unud) menerima hibah 110 buku akademik berbahasa Inggris melalui program internasional Read Japan Project 2026 yang diserahkan oleh Konsulat Jenderal Jepang di Denpasar. Bantuan tersebut diharapkan memperkuat budaya literasi, mendukung riset, sekaligus memperluas wawasan global sivitas akademika.
Penyerahan hibah berlangsung di Ruang Tamu Rektor Universitas Udayana, Kampus Jimbaran, Badung, Jumat (10/7/2026). Delegasi Jepang dipimpin Konsul Jenderal Jepang di Denpasar, Miyakawa Katsutoshi, didampingi Wakil Konjen Nakano Eriko dan Maulida Purwanti. Rombongan diterima langsung Rektor Universitas Udayana, Prof. Ir. I Ketut Sudarsana, S.T., Ph.D., bersama jajaran pimpinan universitas.
Program Read Japan Project merupakan hibah literatur yang diprakarsai Nippon Foundation dan dikelola Tokyo Foundation sejak 2008. Melalui rekomendasi Konsulat Jenderal Jepang di Denpasar, Universitas Udayana terpilih sebagai salah satu perguruan tinggi penerima dan mengkurasi 110 judul buku akademik pilihan berbahasa Inggris.
Rektor Unud, Prof. I Ketut Sudarsana, menyampaikan apresiasi atas dukungan Pemerintah Jepang melalui program tersebut. Menurutnya, keberadaan referensi ilmiah berkualitas menjadi kebutuhan penting dalam mendukung pendidikan tinggi, penelitian, dan pengembangan ilmu pengetahuan.
“Referensi seperti ini sangat penting bagi Universitas Udayana. Buku-buku tersebut akan meningkatkan minat baca mahasiswa sekaligus memudahkan mereka memperoleh sumber ilmiah yang lebih baik. Kami berharap kerja sama ini dapat terus berkembang pada berbagai bidang akademik lainnya,” ujarnya.
Sementara itu, Konjen Jepang di Denpasar, Miyakawa Katsutoshi, mengatakan Read Japan Project bertujuan memperkenalkan berbagai aspek Jepang kepada masyarakat internasional melalui literatur akademik yang berkualitas.
Ia berharap koleksi buku yang mencakup berbagai isu sosial, budaya, hingga pemikiran para penulis Jepang dapat dimanfaatkan secara optimal oleh sivitas akademika Universitas Udayana.
Prosesi serah terima ditandai dengan penyerahan piagam hibah dari Konjen Jepang kepada Rektor Universitas Udayana yang kemudian dibalas dengan penyerahan plakat sebagai simbol penguatan hubungan kerja sama kedua pihak.
Usai seremoni, rombongan meninjau Japanese Corner di UPT Perpustakaan Universitas Udayana. Miyakawa mengaku terkesan dengan fasilitas perpustakaan yang dinilai nyaman, tertata rapi, dan mendukung aktivitas belajar. Ia juga menyambut baik penempatan 110 buku hibah di ruang baca yang mudah diakses pengunjung.
Beberapa koleksi yang menjadi perhatian di antaranya membahas budaya populer Jepang, anime, manga, hingga catatan mengenai tragedi nuklir Fukushima.
Dalam kesempatan tersebut, Wakil Konjen Jepang, Nakano Eriko, menyampaikan Universitas Udayana berpeluang kembali memperoleh rekomendasi hibah buku pada tahun-tahun mendatang apabila koleksi yang telah diberikan dimanfaatkan secara optimal.
Rangkaian kunjungan ditutup dengan peninjauan ruang koleksi perpustakaan di lantai II dan ruang koleksi tugas akhir alumni di lantai III. Kunjungan ini diharapkan semakin mempererat kerja sama Indonesia dan Jepang di bidang pendidikan serta mendorong peningkatan budaya literasi di lingkungan Universitas Udayana. (surr)








