
KUTSEL – Negara se-ASEAN sepakat menargetkan bebas kabut asap lintas batas (transboundary haze pollution) pada 2030. Demikian disampaikan Menteri Lingkungan Hidup/Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup, Moh Jumhur Hidayat, di sela gelaran Technical Working Group (TWG) dan Ministerial Steering Committee (MSC) on Transboundary Haze Pollution ke-27 di Hotel Merusaka, Nusa Dua, Kuta Selatan, Badung, Kamis (9/7/2026).
“Alhamdulillah, tadi kesimpulannya baik sekali. Semua orang bekerja dalam satu kerangka yang sudah kita sepakati. Saya rasa mungkin itu, dan InsyaAllah 2030 mudah-mudahan kita berjuang keras tidak lagi menemukan masalah asap di regional ASEAN,” sebutnya.
Indonesia, menurut dia, telah menunjukkan kemajuan dalam pengendalian kebakaran hutan dan lahan. Hal itu ditandai dengan tren penurunan titik panas dalam beberapa tahun terakhir berkat penguatan langkah mitigasi di kawasan rawan, terutama lahan gambut.
Salah satu upaya yang terus dilakukan adalah menjaga kelembapan lahan gambut melalui pembangunan canal blocking, embung, hingga waduk-waduk kecil. Infrastruktur tersebut berfungsi mempertahankan cadangan air sehingga lahan gambut tidak mudah mengering saat musim kemarau panjang.
Selain itu, pemanfaatan sistem pemantauan berbasis satelit juga terus diperkuat untuk mendeteksi titik panas secara dini. Dengan sistem peringatan dini (early warning system) tersebut, potensi kebakaran dapat segera direspons sebelum meluas dan memicu kabut asap. “Yang paling penting adalah bagaimana memastikan lahan gambut tidak kering. Ditambah sistem pemantauan titik api yang terus diperbaiki sehingga kita mendapat informasi lebih cepat,” sebutnya.
Selain penguatan mitigasi, isu penegakan hukum turut menjadi perhatian. Namun pembahasan lebih diarahkan pada penguatan kolaborasi antarpemerintah, daripada saling menyalahkan. Seluruh pemegang konsesi, termasuk perusahaan asing yang berinvestasi di Indonesia, didorong meningkatkan kesiapsiagaan melalui penyediaan sarana pemadam kebakaran serta menjaga kelembapan lahan gambut.
“Intinya saling mengingatkan dan saling membantu. Semua pemilik konsesi sekarang bekerja keras melakukan mitigasi, mulai dari pembasahan gambut hingga menyiapkan peralatan pemadam kebakaran,” jelasnya. (adi)








