
KUTSEL – Bagha Utsaha Manunggal Desa Adat (BUMDA) Kutuh selaku pengelola kawasan wisata Pantai Pandawa terus bergerak aktif memperluas jangkauan pasarnya di kancah internasional. Terbaru, BUMDA Kutuh sukses melakukan sales mission table top di Malaysia sebagai rangkaian persiapan menuju ajang pameran pariwisata bergengsi, MATTA Fair. Kabarnya, event ini dijadwalkan berlangsung di Kuala Lumpur pada 8–9 September 2026 mendatang.
Direktur BUMDA Kutuh, Ni Luh Hepi Wiradani menyampaikan, ini menjadi kali kedua bagi BUMDA Kutuh untuk memasarkan potensi wisata Desa Kutuh secara langsung di luar negeri, setelah sebelumnya sukses mengikuti misi promosi serupa di Johor Bahru pada tahun 2025 silam.
Menurut Hepi, ajang pameran internasional seperti MATTA Fair maupun Bali & Beyond Travel Fair (BBTF) dinilai sebagai kesempatan emas bagi BUMDA Kutuh untuk mempromosikan seluruh objek wisata andalan yang ada di wilayahnya. Tidak hanya Pantai Pandawa, promosi ini juga mencakup destinasi eksotis lainnya seperti Gunung Payung, Tanah Barak, dan Timbis.
Bahkan Hepi menyebut keikutsertaan dalam event internasional, merupakan hal yang sangat krusial bagi eksistensi destinasi. Strategi ini terbukti mampu mengubah perilaku wisatawan yang datang ke Kutuh. “Event-event semacam itu sangat penting bagi kami. Dengan ini, kami jadi semakin dikenal. Kalau dahulu, orang taunya turun bus, lihat pantai satu jam, kemudian balik. Tapi sekarang banyak yang memilih untuk lebih lama di Pandawa karena ada banyak aktivitas yang bisa dilakukan,” ujar Hepi.
Menghadapi pameran perdagangan pariwisata internasional, BUMDA Kutuh telah menyiapkan amunisi matang berupa paket-paket wisata inovatif. Pihaknya menggandeng pelaku usaha lokal dengan mengolaborasikan akomodasi (homestay dan hotel) langsung dengan aktivitas wisata (activity).
“Kita buatkan paket, misalnya honeymoon stay selama dua hari, bisa langsung dapat aktivitas menanam terumbu karang, shuttle, nonton Kecak, dan romantic dinner” ucapnya.
Kesempatan inipun menjadi hal yang semakin disyukuri, mengingat belakangan ini pasar domestik dirasa sedang mengalami kelesuan. Sementara kunjungan asing, dinilai sedang mengalami peningkatan, khususnya wisatawan dari Cina, India, Singapura, dan Malaysia. “Pasar Malaysia cukup tinggi, persentasenya bisa sekitar 20 sampai 30 persen,” imbuhnya seraya berharap, lewat MATTA Fair 2026, angka kunjungan warga negara asing (WNA), terutama dari Malaysia, dapat terus meroket.
Meski gencar membidik pasar luar negeri, BUMDA Kutuh tidak melupakan pasar domestik. Promosi di dalam negeri justru dilakukan secara rutin dan agresif dengan metode yang unik. Selain baru saja sukses menggelar table top di Surabaya yang menghadirkan 150 buyers, BUMDA Kutuh memiliki tradisi melakukan sales mission ke kantong-kantong pasar potensial setiap bulan puasa. Menariknya, strategi domestik ini tidak hanya menyasar kota-kota besar, melainkan langsung turun ke pelosok daerah.
“Bahkan bulan puasa lalu, kami dari Kutuh ini naik bus, menyasar Jembrana terlebih dahulu untuk bertemu puluhan travel agent. Setelah itu, perjalanan kami lanjutkan ke Banyuwangi, Jember, Semarang, hingga berakhir di Surabaya,” pungkas Hepi. (adi)








