
KUTA – Sejak beberapa pekan lalu, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Badung telah mulai melakukan langkah penataan pedestrian sisi timur Jalan Pantai Kuta. Di tahap awal ini, Pemkab melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) akan menjamah bentang pedestrian dari titik eks Bali Anggrek hingga Hard Rock.
“Penataan sudah kita mulai dari sekitar 3 minggu yang lalu sudah berkontrak. Kita bergerak dari utara ke selatan dengan target selesai Desember 2026,” ungkap Kepala Bidang Bina Marga Dinas PUPR Badung, Putu Teddy Widnyana Putra menuturkan pekerjaan dengan pagu anggaran senilai Rp 25 milyar tersebut.
Diakui dia, belum lama ini Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa sudah sempat melakukan peninjauan lapangan. Sebagai hasil evaluasi, akan dilakukan penyesuaian taman yang akan dibangun, sehingga tercipta lebar pedestrian yang optimal.
Dalam peninjauan tersebut, sambung Teddy, Bupati juga sempat kembali menekankan mengenai penataan utilitas. Sehingga pada jalur tersebut, tidak ada lagi utilitas bergelantungan di udara.
“Dalam pedestrian saat ini, di bawahnya baru ada saluran drainase saja. Jadi ini kita akan tambah dengan saluran utilitas, sehingga kabel-kabel bisa diturunkan. Saluran kita buat terpisah. Jadi nanti ada dua saluran box culvert di bawah pedestrian,” jelasnya.
Sebagaimana konsep awal, melalui penataan ini, pedestrian Jalan Pantai Kuta akan “disulap” jadi lebih estetik. Setelah badan jalan akan ada taman, kemudian pedestrian, lalu pohon perindang. Di sejumlah titik juga akan dilengkapi dengan tempat duduk, serta lampu penerangan jalan dengan hiasan ukiran.
“Dalam pengerjaan, tentu ada tantangan di lapangan, namun itu kita komunikasikan demi kebaikan bersama. Pada intinya pelaku usaha dan masyarakat mendukung program Pak Bupati ini, karena untuk beautifikasi agar tidak terkesan kumuh. Kalau mungkin ada sedikit gangguan dalam pengerjaan, misalnya kebisingan, kami harap ini dapat dimaklumi dan kita atur dengan baik,” terangnya. (adi)








