
KARANGASEM – Polemik 19 calon siswa SMP yang sempat belum memperoleh sekolah setelah Seleksi Penerimaan Murid Baru (SPMB) tahun ajaran 2026/2027 akhirnya tuntas.
Dinas Pendidikan, Kepemudaan dan Olahraga (Disdikpora) Karangasem memastikan seluruh siswa tersebut kini telah diterima di sekolah yang masih memiliki daya tampung.
Kepala Disdikpora Karangasem I Gusti Bagus Budiadnyana mengatakan, pihaknya turun langsung mengawal proses penempatan para siswa agar tidak ada yang kehilangan hak memperoleh pendidikan.
“Seluruhnya sudah terdistribusi. Saya turun langsung memastikan semuanya mendapatkan sekolah,” ujarnya, Rabu (8/7/2026).
19 siswa tersebut ditempatkan di sejumlah SMP negeri yang masih memiliki kuota. Di antaranya, SMPN 6 Amlapura dan SMPN 3 Amlapura. Beberapa siswa juga memilih melanjutkan pendidikan di sekolah luar daerah dan difasilitasi oleh Disdikpora.
“Prinsipnya kami carikan sekolah yang paling dekat dan masih memiliki kuota sehingga semua siswa akhirnya bisa diterima,” katanya.
Budiadnyana mengakui persoalan itu menjadi bahan evaluasi dalam pelaksanaan SPMB tahun ini. Sebagai sistem yang baru pertama kali menggunakan pendaftaran secara daring, masih ditemukan calon peserta didik dan orang tua yang kurang memahami mekanisme maupun jalur seleksi, sehingga terjadi kesalahan saat memilih jalur pendaftaran.
Untuk mencegah persoalan serupa terulang, Disdikpora akan memperkuat sosialisasi menjelang pelaksanaan SPMB tahun depan. Edukasi akan diberikan kepada siswa maupun orang tua agar memahami tata cara pendaftaran online serta memilih jalur yang sesuai dengan ketentuan.
“Ini menjadi evaluasi bagi kami. Tahun depan sosialisasi akan lebih kami tingkatkan agar masyarakat memahami sistem pendaftaran dan tidak lagi terjadi kesalahan dalam memilih jalur,” tegasnya.








