
KARANGASEM – Senyum Ni Komang Gayatri Dinda Gita Arsani tak henti mengembang sepanjang malam penutupan Karangasem Festival 2026, Senin (23/6/2026) malam.
Siswi berusia 17 tahun asal Banjar Dharma Winangun, Desa Tianyar itu mengaku masih sulit percaya terpilih menjadi anggota Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) Nasional 2026.
Didampingi sang ibu, Ni Wayan Sudi, Gayatri hadir dalam gala dinner bersama Bupati Karangasem I Gusti Putu Parwata, Wakil Bupati Pandu Prapanca Lagosa, serta sejumlah tamu undangan lainnya.
Momen itu menjadi salah satu titik penting dalam perjalanan yang selama ini dibangunnya melalui latihan, disiplin, dan keyakinan.
“Awalnya ada sedikit rasa ragu. Tapi saya tetap yakin dan terus berusaha,” ucap Gayatri.
Keyakinan itulah yang akhirnya mengantarkan Gayatri lolos tingkat nasional. Ia bersama I Made Dwi Sathya Kurniawan dari SMA Negeri 1 Kuta Utara, Badung, terpilih mewakili Bali setelah menjalani serangkaian verifikasi tingkat pusat di Jakarta pada 15–19 Juni 2026.
Proses seleksi yang dijalani tidaklah mudah. Para peserta harus melewati pemeriksaan kesehatan, verifikasi parade dan peraturan baris-berbaris, tes kepribadian, penilaian minat dan bakat, hingga wawancara mendalam.
“Persaingannya cukup ketat. Saya bersaing dengan peserta-peserta terbaik dari Bali. Tapi semuanya teman,” tuturnya polos.
Bagi Gayatri, dunia paskibraka bukanlah sesuatu yang datang tiba-tiba. Ketertarikannya tumbuh sejak duduk di bangku sekolah dasar saat gemar mengikuti kegiatan gerak jalan. Ketika memasuki SMA Negeri 1 Kubu, ia mulai aktif mengikuti ekstrakurikuler paskibraka dan terus mengasah kemampuan.
Saat itu, targetnya sederhana, bisa lolos hingga tingkat provinsi. Namun, perjalanan membawanya melampaui harapan.
“Saya hanya berharap bisa sampai provinsi. Ternyata bisa sampai nasional. Ini benar-benar di luar ekspektasi,” kata bungsu tiga bersaudara ini.
Meski telah dinyatakan lolos, Gayatri sadar perjalanan sesungguhnya baru akan dimulai. Saat ini, ia fokus mempersiapkan kondisi fisik dan mental menjelang keberangkatan ke Jakarta yang dijadwalkan pertengahan Juli mendatang.
Di sela aktivitas sekolah, ia rajin mempelajari berbagai video mengenai tugas dan tanggung jawab anggota paskibraka. Ada satu harapan yang diam-diam ia simpan dalam hati: dipercaya menjadi pembawa baki Bendera Pusaka pada Upacara Kemerdekaan Republik Indonesia di Istana Merdeka.
“Sekarang fokus mempersiapkan diri. Semoga bisa memberikan yang terbaik. Tentu saya berharap mendapat kesempatan membawa baki bendera pusaka,” harapnya.
Di balik keberhasilan tersebut, ada dukungan penuh dari keluarga. Sang ibu, Ni Wayan Sudi, mengaku bangga dan terharu melihat pencapaian putrinya.
Menurutnya, Gayatri adalah sosok anak rumahan yang sederhana dan tidak berbeda dengan remaja seusianya. Namun, di balik sifatnya yang tenang, tersimpan tekad yang kuat.
“Dia seperti anak rumahan pada umumnya, tetapi selalu punya keyakinan pada apa yang dicita-citakannya,” ujar Sudi.
Dukungan keluarga semakin kuat ketika Gayatri memutuskan bergabung dengan paskibraka saat SMA.
“Waktu dia bilang ingin ikut paskibraka, tentu saya mendukung penuh,” tambahnya.
Selain aktif di bidang organisasi, Gayatri juga dikenal sebagai siswi berprestasi. Pecinta pelajaran Matematika yang memiliki hobi memasak itu pernah meraih Juara I Kelas XB. Ke depan, ia bercita-cita melanjutkan pendidikan hingga menjadi seorang dokter.
Kebanggaan atas prestasi Gayatri juga dirasakan pihak sekolah. Kepala SMA Negeri 1 Kubu, I Ketut Suba, menyebut pencapaian tersebut sebagai sejarah baru bagi sekolah yang dipimpinnya.
“Ini pertama kalinya siswa SMA Negeri 1 Kubu lolos menjadi anggota Paskibraka tingkat nasional. Tentu menjadi kebanggaan luar biasa bagi sekolah kami,” ujarnya.
Menurut Suba, keberhasilan Gayatri menjadi bukti bahwa sekolah yang berada di wilayah pedesaan juga mampu bersaing dan mencetak prestasi di tingkat nasional.
“Prestasi tidak ditentukan oleh lokasi sekolah. Yang paling penting adalah kemauan, disiplin, dan motivasi dari siswa itu sendiri,” tegasnya.








