
DENPASAR – Di tengah kondisi geopolitik global yang penuh ketidakpastian dan berdampak pada berbagai aspek kehidupan, kesadaran akan swadarma atau kewajiban sebagai warga negara maupun umat beragama harus semakin diperkuat.
Ketua Fraksi Gerindra-PSI DPRD Bali, Gede Harja Astawa, mengatakan momentum Hari Raya Galungan dan Kuningan menjadi saat yang tepat untuk melakukan mulat sarira atau introspeksi diri sekaligus membangun kesadaran kolektif dalam menjalankan Dharma Agama dan Dharma Negara.
Menurut politisi Gerindra tersebut, di tengah berbagai tantangan yang dihadapi bangsa, masyarakat perlu terus menjaga optimisme dan memberikan kepercayaan kepada pemerintah sebagai bagian dari pelaksanaan Dharma Negara.
“Suka tidak suka, kita berada di perahu yang sama, yaitu Negara Indonesia. Jika maju, kita maju bersama. Jika menghadapi kesulitan, kita juga akan menghadapinya bersama. Karena itu, kebersamaan dan kepercayaan terhadap pemerintah sangat penting untuk menghadapi berbagai tantangan yang ada,” ujarnya, Minggu (14/6/2026).
Harja Astawa menilai nilai-nilai yang terkandung dalam Hari Raya Galungan dan Kuningan tidak hanya dimaknai sebagai kemenangan Dharma melawan Adharma, tetapi juga menjadi pengingat bagi setiap individu untuk menjalankan kewajiban terhadap agama, masyarakat, bangsa, dan negara.
Menurutnya, melalui semangat mulat sarira, masyarakat dapat melihat kembali peran dan kontribusi yang telah diberikan bagi lingkungan sekitar, sekaligus memperkuat rasa persatuan dan tanggung jawab bersama.
“Galungan dan Kuningan mengajarkan kita untuk selalu memperbaiki diri, memperkuat kebersamaan, serta menjaga semangat gotong royong dalam menghadapi berbagai tantangan kehidupan,” katanya.
Ia berharap momentum suci Galungan dan Kuningan dapat menjadi penguat kesadaran kolektif masyarakat Bali untuk terus menjaga harmoni, persatuan, dan stabilitas bangsa di tengah dinamika global yang terus berkembang. (*)








