
KUTA – Program pelebaran dan penataan pedestrian di Jalan Pantai Kuta yang dicanangkan Pemerintah Kabupaten Badung mendapat sambutan positif dari kalangan pelaku usaha setempat. Langkah ini dinilai sebagai upaya krusial yang wajib didukung demi keberlanjutan pariwisata di kawasan Kuta.
Proyek infrastruktur ini ditargetkan mulai terlaksana pada tahun ini dengan estimasi panjang total sekitar 1,5 kilometer. Dalam perencanaan awal, jalur pedestrian baru dirancang memiliki lebar ideal hingga 5,15 meter dari tepi jalan. Proses pengerjaannya akan dilakukan secara bertahap, di mana sebagian besar dieksekusi tahun ini dan sisanya dilanjutkan pada 2027 mendatang.
Esensi utama dari proyek ini tidak lain adalah untuk mengembalikan marwah Kuta sebagai destinasi wisata internasional. Jalur pedestrian yang lebih luas nantinya akan disulap menjadi kawasan estetis yang dilengkapi konsep pertamanan rapi, pohon peneduh berukuran besar, fasilitas tempat duduk publik yang representatif, serta penyediaan tempat utilitas di bawah trotoar.
Dukungan terhadap penataan ini salah satunya datang dari General Manager Beachwalk Shopping Center, Gita Sunarwulan. Ia menyatakan bahwa pihak manajemen sama sekali tidak berkeberatan meski salah satu fasilitas mereka, yakni sebuah videotron, dipastikan terdampak proyek pelebaran ini. “Kami hanya kena videotron yang masih bisa kami pindahkan,” ujar Gita.
Minimnya dampak proyek terhadap fisik Beachwalk, tidak lain adalah lantaran area depan pusat perbelanjaan tersebut memang sudah didesain lapang dengan pedestrian yang lebar. Sehingga, rencana pelebaran oleh Pemda ini, dinilai sudah selaras dengan kondisi eksisting Beachwalk.
”Kami sangat mendukung rencana ini. Apalagi dalam sosialisasi disampaikan bahwa pemerintah daerah juga akan memperbaiki pantai, menambah pasir, hingga menata UMKM. Sebagai pelaku usaha di kawasan Pantai Kuta, kami sangat support,” imbuhnya.
Melalui berbagai terobosan ini, Gita berharap kejayaan Kuta sebagai ikon pariwisata Bali bisa kembali bersinar seperti sediakala. “Harapannya bisa kembali seperti dahulu. Belum ke Bali kalau belum ke Kuta, dan belum ke Kuta kalau belum ke Beachwalk,” selorohnya.
Kendati demikian, Gita menyadari bahwa pembenahan infrastruktur fisik saja tidak akan cukup. Menurutnya, kalangan usaha termasuk Beachwalk sendiri, memiliki tanggung jawab moral untuk ikut berinovasi menghadirkan program dan event menarik guna memicu kembali animo wisatawan datang ke Pulau Dewata. (adi)








