
JEMBRANA – Bupati Jembrana I Made Kembang Hartawan mengeluarkan instruksi pembuatan teba tradisional untuk penanganan sampah di rumah tangga.
Kembang Hartawan mengatakan, teba tradisional menitikberatkan pada partisipasi aktif masyarakat terutama di lingkungan pedesaan yang memiliki halaman belakang untuk mulai mengelola limbah rumah tangga secara mandiri.
Masyarakat dapat memulai langkah mandiri dengan membuat lubang teba di halaman belakang rumah sedalam maksimal dua meter.
Selain menjadi tempat pengolahan sampah dan bernilai ekonomis seperti pupuk kompos, teba tradisional diharapkan efektif sebagai lubang resapan air saat musim hujan guna menjaga cadangan air tanah.
“Metode teba tradisional ini sangat dekat dengan kehidupan masyarakat Bali sejak dulu. Namun seiring waktu mulai ditinggalkan dan kini dihidupkan kembali untuk menangani sampah organik,”kata Kembang Hartawan, Rabu (22/4/2026).
Menurutnya, langkah ini menjadi solusi mempercepat penanganan masalah sampah dan menjaga kelestarian lingkungan karena sekitar 60-70 % sampah rumah tangga adalah organik.
“Jika setiap rumah memiliki teba, maka beban angkut sampah ke TPA akan berkurang secara signifikan. Pengelolaan sampah yang paling efektif dimulai dari rumah tangga. Kami mengimbau warga yang memiliki halaman belakang atau lahan tersisa untuk menerapkan sistem teba tradisional guna mengolah sampah organik,”ungkapnya.
Memastikan pelaksanaan imbauan berjalan efektif, Bupati berharap peran aktif Kelian Dinas dan Kepala Lingkungan untuk menggerakkan, memantau, serta memastikan pelaksanaan sistem ini.
Aparat kewilayahan diwajibkan melaporkan progres penerapan teba tradisional kepada Bupati melalui Dinas Lingkungan Hidup, Perumahan, dan Kawasan Permukiman paling lambat empat minggu sejak instruksi dikeluarkan.
Teba tradisional ini diharapkan segera menjadi budaya di tengah masyarakat demi mewujudkan lingkungan yang bersih, sehat, dan lestari secara berkelanjutan.
“Kunci keberhasilan sistem ini terletak pada kedisiplinan pemilahan. Hanya sampah organik yang boleh dimasukkan ke dalam lubang tersebut agar dapat terurai secara alami. Jika semuanya disiplin, kami meyakini volume sampah ke TPA Peh akan jauh berkurang,”tandasnya.








