
DENPASAR – Memasuki April, Bali diprediksi mulai memasuki musim kemarau. Mengantisipasi potensi kekeringan dan krisis air bersih, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Bali mensiagakan lima unit truk tangki.
Kepala Pelaksana BPBD Bali I Gede Agung Teja Bhusana Yadnya menjelaskan, saat ini pihaknya tengah melakukan pembaruan data desa-desa yang berpotensi mengalami kekeringan, kekurangan air bersih, hingga kebakaran hutan dan lahan.
Ia mengatakan, setelah proses pembaruan data rampung, BPBD akan mengumpulkan seluruh pihak terkait guna menyusun langkah mitigasi dan kesiapsiagaan menghadapi musim kemarau.
“Tahap awal kita update dulu desa-desa yang berpotensi, nanti kita kumpulkan pihak terkait untuk persiapan dan mitigasi,” jelasnya dikonfirmasi, Senin (30/3/2026) siang.
Mengacu pada data tahun sebelumnya, tercatat sebanyak 113 banjar di Bali mengalami kekeringan dan krisis air bersih. Wilayah terdampak meliputi Karangasem, Buleleng, Bangli, Klungkung, hingga Jembrana.
Pada saat itu, penanganan dilakukan dengan mendistribusikan air bersih menggunakan mobil tangki ke daerah-daerah terdampak. Pihaknya menyiagakan 5 unit truk tangki yang akan mendistribusikan air.
“Penanganan tahun lalu kita distribusi air bersih pakai mobil tangki. Memang cukup berat karena wilayahnya cukup banyak,” ungkapnya.
Pihaknya pun mendorong pemerintah kabupaten/kota melalui dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) untuk segera melakukan perbaikan dan peningkatan jaringan infrastruktur air bersih.
Menurutnya, potensi kekeringan tahun ini masih cukup besar, terutama jika tidak ada perubahan pada infrastruktur jaringan air bersih di daerah.
Ia menilai persoalan utama terletak pada kesiapan infrastruktur, bukan semata penanganan darurat.
“Kalau infrastruktur airnya tidak berubah, potensi itu akan terulang. Makanya sekarang kita minta dicek kembali semuanya,” tegasnya.
Terkait anggaran, BPBD Bali tidak menyiapkan dana khusus untuk penanganan kekeringan. Namun, dalam kondisi darurat, penanganan akan menggunakan dana siap pakai kebencanaan.
Sementara itu, BPBD Provinsi Bali saat ini menyiapkan lima unit truk tangki untuk mendukung distribusi air bersih.
Penanganan di lapangan dilakukan secara kolaboratif bersama instansi terkait seperti PUPR dan PDAM di masing-masing kabupaten/kota.
Ia menekankan, upaya jangka panjang tetap berada pada perbaikan jaringan infrastruktur air bersih oleh pemerintah daerah.
“BPBD mendorong agar dilakukan asesmen dan peningkatan jaringan infrastruktur air bersih di daerah sebagai langkah utama mengantisipasi musim kemarau,” tandasnya.
Selain kekeringan, kejadian kebakaran hutan dan lahan juga sempat terjadi, salah satunya di kawasan Besakih. (jay/jon)








