
TABANAN – Kasus Covid -19 di Kampus Politeknik Transportasi Darat (Poltrada) di Desa Samsam, kerambitan, Tabanan, Bali terus bertambah. Sehari sebelumnya , Rabu (2/12/2020), jumlah mahasiswa yang dinyatakan positif sebanyak 203 orang. Namun Kamis (3/12), jumlahnya menjadi 238 orang, atau bertambah sebanyak 35 orang dan lima orang masih menunggu hasil swab. Sementara 69 mahasiswa dinyatakan negatif diperbolehkan pulang ke rumah masing-masing.
Direktur Poltrada Bali, Bambang Wijonarko mengaku tidak tahu pasti asal mahasiswanya terpapar Covid-19. Selama ini, mahasiswa berada di kampus dan di asrama, protokol kesehatan sudah dijalankan dengan ketat. Bahkan mahasiswa sebelum datang ke kampus sudah dinyatakan negatif Covid-19 dari hasil pemeriksaan swab.
“Dari mana mereka terpapar, kami tidak tahu,” ungkapnya.
Bambang Wijonarko mengatakan berkumpulkan 311 mahasiswa di kampus bukan untuk pembelajaran tatap muka. Mereka berkumpul di kampus untuk pengenalan kampus sekaligus mendapatkan pembekalan dari Kementerian Perhubungan RI.
“Bukan pembelajaran tatap muka. Mereka angkatan I, jadi perlu pengenalan kampus,” sebutnya.
Namun sebelum mereka datang ke kampus dan memulai kegiatan pengenalan kampus per 11 November, pihaknya memastikan anak-anak itu datang dalam kondisi sehat sehingga mewajibkan untuk pemeriksaan swab. Hasilnya semua menunjukkan swab yang negatif. Bahkan saat penggelaran pengenalan kampus, mahasiswa diwajibkan memakai masker dan face shield, jaga jarak, diingatkan untuk cuci tangan setiap jam.
“Bahkan orang tua yang mengantar tidak boleh masuk ke kampus. Hanya boleh sampai depan pos satpam. Mereka hanya kontak dengan pengasuh dan tenaga Kesehatan. Bahkan untuk makan memakai nasi kotak diantar catering,” jelas Bambang Wijonarko.
Ditambahkan, usai pengenalan kampus, mahasiswa Poltrada Bali rencananya pulang ke rumah masing-masing Senin (23/11) lalu dan akan menjalani pembelajaran jarak jauh dua minggu setelahnya. Poltrada Bali berkomitmen mahasiswa masuk dalam kondisi sehat maka keluar kampus juga dalam kondisi sehat sehingga sebelum mahasiswa pulang, mereka menjalani pemeriksaan rapid test antigen. Pada proses pemeriksaan beberapa mahasiswa sudah mengalami gejala ringan seperti flu dan ada yang kehilangan indra penciuman.
“Dari rapid test antigen beberapa hasilnya positif. Kami langsung melaporkan hal ini ke Satgas Provinsi dan diteruskan ke Satgas Kabupaten Tabanan dilanjutkan dengan swab test,” imbuhnya.
Selama mahasiswa di kampus tidak pernah keluar dari lingkungan kampus. Saat dipastikan ada yang positif, mereka langsung diisolasi di kamar asrama kampus. Untuk menjaga daya tahan tubuh, suplemen mereka ditambah dengan susu, vitamin, telur dan madu. Setiap pagi mahasiswa akan berjemur dan disiapkan alat nebulizer bagi para mahasiswa yang digunakan setiap pagi, siang dan sore.
Kadiskes Kesehatan I Nyoman Suratmika membenarkan kalau berdasarkan hasil swab yang dilakukan sebanyak 238 orang terkonfirmasi positif. Lima orang lainnya hasilnya belum keluar. Kejadian tersebut awalnya diketahui setelah Direktur Poltrada Bali mengirimkan surat tentang Laporan Hasil Rapid Swab Antigen Taruna Poltrada dan Tindak lanjut penanganan Covid-19 tertanggal 23 November 2020. Pada surat tersebut dilaporkan berdasarkan hasil Rapid Swab Antigen tertanggal 22 November 2020, dari 311 orang taruna yang dilakukan Rapid Swab Antigen, 138 orang diantaranya terkonfirmasi positif, dan 175 orang negatif.
“Menindaklanjuti hal itu, kembali dilakukan swab kedua 27 November 2020 karena adanya 10 taruna yang bergejala demam, batuk dan anosmia. Dari Swab kedua hasilnya 238 orang taruna positif Covid-19 dan lima taruna belum keluar hasilnya,” jelasnya. (jon)








