
DENPASAR – Pemerintah Kota Denpasar mempercepat pengelolaan sampah berbasis sumber dengan menempatkan kepala lingkungan (kaling) dan kepala dusun (kadus) sebagai ujung tombak di tingkat wilayah. Langkah ini ditegaskan dalam rapat koordinasi di Gedung Sewaka Dharma, Kamis (26/3/2026).
Rakor dipimpin Wali Kota Denpasar I Gusti Ngurah Jaya Negara bersama Wakil Wali Kota I Kadek Agus Arya Wibawa dan Sekda I Gusti Ngurah Eddy Mulya, diikuti kaling dan kadus dari Denpasar Utara dan Denpasar Timur. Kegiatan serupa dijadwalkan berlanjut untuk wilayah barat dan selatan.
Jaya Negara menekankan peran strategis kaling dan kadus dalam memastikan program berjalan efektif di masyarakat. Selain melakukan sosialisasi, mereka juga bertugas mengawal distribusi sarana seperti komposter dan memastikan warga melakukan pemilahan sampah dari rumah.
“Keberhasilan pengelolaan sampah sangat ditentukan di tingkat bawah. Kaling dan kadus menjadi penggerak utama agar masyarakat disiplin mengelola sampah sejak dari sumbernya,” tegasnya.
Pemkot juga memperkuat strategi dari hulu hingga hilir. Di tingkat desa dan kelurahan, pengelolaan difokuskan melalui pembangunan teba modern serta pembagian komposter. Program ini turut melibatkan ASN sebagai “bapak angkat” untuk memberi contoh langsung kepada masyarakat.
Di sisi lain, pengolahan sampah di hilir dioptimalkan melalui peningkatan kinerja TPST, pengawasan ketat sektor hotel, restoran, dan kafe, serta penegakan hukum bagi pelanggaran melalui sidang tipiring.
Selain itu, Pemkot telah menerbitkan Instruksi Wali Kota tentang pembinaan dan pengawasan pengelolaan sampah sebagai acuan pelaksanaan di lapangan, disertai monitoring dan evaluasi rutin.
Salah satu kadus peserta rakor, Wayan Sukadharma, menyebut program di wilayahnya sudah berjalan, mulai dari distribusi komposter hingga pembangunan fasilitas pengolahan. Ia optimistis pelibatan perangkat wilayah akan mempercepat perubahan perilaku masyarakat.
Dengan kolaborasi pemerintah dan perangkat kewilayahan, Pemkot Denpasar menargetkan pengurangan timbulan sampah secara signifikan sekaligus memperkuat budaya pengelolaan sampah mandiri di masyarakat.(sur)








