
DENPASAR – Gubernur Bali Wayan Koster menegaskan capaian kinerja Pemerintah Provinsi Bali di bidang adat, tradisi, seni budaya, serta kearifan lokal sepanjang 2025 terus menunjukkan penguatan signifikan.
Dalam sidang Paripurna ke 28 di Ruang Sidang Utama, Kantor DPRD Bali, Rabu (25/3/2026), Gubernur Koster menegaskan salah satu langkah strategis yang dilakukan adalah percepatan perluasan penggunaan aksara Bali di perkantoran, lembaga, hingga ruang publik.
Selain itu, pemerintah juga terus memperkokoh keberadaan adat, tradisi, seni budaya, dan kearifan lokal Bali, termasuk memperkuat peran Desa Adat sebagai pilar utama kehidupan masyarakat.
Koster juga menyoroti peningkatan kualitas berbagai agenda budaya, seperti penyelenggaraan Bulan Bahasa Bali, Pesta Kesenian Bali, serta Festival Bali Jani. Upaya ini dilakukan untuk menjaga keberlanjutan budaya sekaligus mendorong inovasi seni berbasis kearifan lokal.
“Pelaksanaan tatanan kehidupan masyarakat Bali terus dimantapkan berdasarkan nilai-nilai kearifan lokal Sad Kerthi, baik secara sekala maupun niskala,” ujarnya.
Di sisi lain, Pemprov Bali juga tengah mempersiapkan pembangunan zona inti Pusat Kebudayaan Bali. Proyek ini difokuskan pada penyediaan fasilitas budaya yang representatif dan modern.
Untuk pembangunan tersebut, dibutuhkan anggaran sekitar Rp995 miliar dalam kurun waktu tiga tahun. Pembangunan akan dilaksanakan oleh PT Perseroda Pusat Kebudayaan Bali, dengan penyertaan modal awal sebesar Rp200 miliar yang telah dialokasikan dalam APBD Induk 2026 dan akan terus ditambah sesuai kebutuhan.
Koster menargetkan pembangunan dimulai tahun ini dan rampung pada Desember 2027. Dengan demikian, perhelatan Pesta Kesenian Bali ke-50 pada tahun 2028 diharapkan sudah dapat digelar di fasilitas baru tersebut.
“Sehingga Pesta Kesenian Bali ke-50 tahun 2028 bisa diselenggarakan di wahana yang baru ini,” jelasnya.
Selain sektor adat dan budaya, Koster juga menyampaikan bahwa capaian kinerja pemerintah daerah turut mencakup bidang kesehatan, pendidikan, pemuda, dan olahraga sebagai bagian dari pembangunan Bali secara menyeluruh. (jay/jon)








