
TABANAN – Sekitar 15 siswi di SMPN 2 Marga Tabanan mengalami kerauhan (kesurupan) pada Rabu (4/2/2026). Kejadian itu berlangsung saat kegiatan literasi internal sekolah. Diduga karena sebelumnya ada siswa sembahyang di pelinggih bebaturan yang dikeramatkan menggunakan dupa.
Plt. Kepala SMPN 2 Marga, Ni Made Dian Kurnia menjelaskan, awalnya terdapat kegiatan literasi di sekolah. Saat mengawali dengan persembahyangan bersama, salah satu siswi mengalami kerauhan lalu dibopong menuju ruang guru. Saat di ruang guru itulah, siswi tersebut berteriak histeris. Belasan siswi lain yang berada di lapangan juga ikut berteriak histeris.
“Salah satu siswi mengatakan ‘kebus nira (panas tubuh saya),” ujar Dian Kurnia menirukan ucapan siswi yang kerauhan.
Saat ditanya oleh salah satu guru, siswi yang kerauhan tersebut menunjuk pelinggih yang berada di sebelah barat sekolah yang berupa bebaturan (tempat pemujaan). Diketahui bahwa di bebaturan tersebut selama ini tidak boleh menghaturkan canang atau banten menggunakan dupa.
“Kemungkinan murid-murid baru tidak mengetahui hal ini (mebanten pakai dupa). Ini kejadian pertama kali di sekolah kami,” tegasnya.
Pihak sekolah kemudian menghubungi pemangku untuk menenangkan siswi yang kesurupan. Agar kesurupan tidak merembet ke siswa lain, kami memutuskan memulangkan siswa setelah pemberian MBG,” tegasnya.
Setelah kejadian itu pihak sekolah berencana menghaturkan upakara sebagai permintaan maaf secara niskala pada tumpek Uye Sabtu lusa.
Adanya kejadian tersebut, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Tabanan, I Gusti Putu Ngurah Darma Utama, langsung melakukan kunjungan ke SMP Negeri 2 Marga .
Kadisdik mendapatkan penjelasan kronologi dari pihak sekolah, kejadian bermula dari salah satu murid yang awalnya ditunjuk sebagai dirigen yang mengalami kesurupan.
Ketika mendapatkan penanganan, sejumlah murid lainnya mendadak mengalami kejadian yang sama. Untuk mengantisipasi kejadian agar tidak menyebar ke lebih banyak murid, sekolah memutuskan untuk memulangkan para murid lebih awal.
Atas laporan yang disampaikan Plt. Kepala Sekolah, Kepala Dinas mengimbau agar pihak sekolah segera melakukan langkah penanganan lanjutan. Antara lain dengan melakukan pemeriksaan kepada anak yang mengalami kesurupan.
Jika nantinya terhadap para murid tersebut memerlukan pendampingan psikolog, sekolah dapat bersurat ke Dinas agar dikoordinasikan dengan Dinas Kesehatan.
“Saya mengimbau kepada sekolah agar menciptakan suasana belajar yang aman dan menyenangkan, sehingga dapat mengurangi ketegangan para murid,” ucapnya.(jon)








