
DENPASAR – Bencana banjir yang menerjang wilayah Desa Pakutatan, Jembrana terjadi pada Jumat (16/1/2026). Banjir Terjadi karena meluapnya Sungai Pulukan karena hujan deras yang mengguyur wilayah tersebut. Puluhan rumah warga pun terdampak dan membutuhkan penanganan segera.
Kepala Pelaksana BPBD Provinsi Bali I Gede Agung Teja Bhusana Yadnya, Sabtu (17/1/2026) mengatakan antas perintah Gubernur Bali, Wayan Koster, BPBD Provinsi Bali dibantu BPBD Kabupaten Jembrana dan unsur terkait langsung turun ke lokasi untuk melakukan pembersihan material lumpur dan sisa banjir.
Dalam kegiatan tersebut, Bupati dan Wakil Bupati Jembrana bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Jembrana turut hadir memantau langsung penanganan di lapangan.
Akibat banjir luapan Sungai Pulukan, sebanyak 46 kepala keluarga tercatat terdampak. Dari jumlah tersebut, 16 kepala keluarga di antaranya memerlukan bantuan pembersihan rumah dan lingkungan. Gubernur Bali juga memberikan paket bantuan logistik untuk warga yang terdampak.
“Atas nama Bapak Gubernur Bali, kami telah menyerahkan bantuan logistik kepada seluruh warga terdampak sebanyak 46 KK,” kata Gede Teja.
Bantuan yang disalurkan berupa paket sembako, paket sandang, serta paket kebersihan. Selain itu, BPBD Kabupaten Jembrana juga memberikan bantuan tambahan berupa terpal dan beberapa unit kompor kepada warga yang membutuhkan.
Hasil pendataan di lapangan juga menemukan adanya kerusakan fisik akibat banjir, di antaranya dua unit dapur warga dan satu kamar mandi yang rusak, serta tembok penyengker dengan panjang kurang lebih enam meter yang jebol.
BPBD Provinsi Bali memastikan koordinasi dengan pemerintah kabupaten/kota dan instansi terkait terus dilakukan untuk mempercepat proses pemulihan pascabencana, sekaligus memastikan seluruh kebutuhan dasar warga terdampak dapat tertangani dengan baik.
Sementara, cuaca ekstrem yang melanda Bali sejak pertengahan Januari memicu rangkaian bencana dan gangguan alam di berbagai daerah. Dalam rentang waktu hanya 4 hari, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Bali mencatat puluhan kejadian mulai dari longsor hingga banjir yang menuntut penanganan cepat lintas instansi.
Sepanjang periode 13 hingga 16 Januari 2026, tercatat sebanyak 44 kejadian bencana dan gangguan alam di sejumlah kabupaten/kota di Bali. Seluruh kejadian tersebut, kata dia, telah mendapat penanganan awal oleh BPBD bersama instansi terkait di daerah masing-masing.
“Total kejadian bencana dan gangguan selama empat hari terakhir mencapai 44 kejadian. Seluruhnya sudah ditangani di lapangan oleh BPBD bersama unsur terkait,” ujar Gede Teja.
Dari total kejadian tersebut, bencana longsor mendominasi dengan 18 kejadian, disusul pohon tumbang sebanyak 15 kejadian. Selain itu, tercatat pula banjir di tiga lokasi, senderan jebol di empat titik, jalan jebol di tiga titik, serta satu kejadian angin kencang.
Di tengah masih tingginya intensitas hujan di sejumlah wilayah, BPBD Bali mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi bencana hidrometeorologi.
Warga diminta meningkatkan kewaspadaan, terutama yang tinggal di daerah rawan longsor, bantaran sungai, dan wilayah dengan kontur tanah labil.
“Kami mengimbau masyarakat agar selalu waspada, mengingat cuaca ekstrem masih berpotensi terjadi di beberapa wilayah Bali,” pungkas Gede Teja.(jay/jon)








