
MANGUPURA – Krisis air bersih yang dialami warga Badung Selatan, khususnya wilayah Jimbaran, Ungasan dan Pecatu, tak kunjung teratasi. Terkini, Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa memberikan waktu hingga 20 Februari 2026, kepada Perumda Air Minum Tirta Mangutama, agar bisa mengaliri wilayah-wilayah tersebut.
Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa menegaskan pihaknya berkomitmen untuk menyelesaikan permasalahan air bersih di Badung Selatan secepatnya. Saat ini pihaknya telah berproses untuk memastikan air bersih dapat mengalir ke wilayah bukit di Badung Selatan.
Pihaknya sempat menargetkan akhir tahun 2025 krisis air bersih ini sudah beres. Akan tetapi, dalam pelaksanaannya terjadi sejumlah kendala sehingga masih perlu waktu. “Ya, artinya saya sudah minta paling lambat (akhir tahun 2025), tapi kemarin ada (masalah) teknis sedikit,” ujarnya.
Perumda Air Minum Tirta Mangutama menurut Bupati, mengambil langkah-langkah mulai dari penambahan air baku sampai dengan penyediaan infrastrukturnya. Pipa bawah laut saat ini juga telah terpasang. Salah satu kendala yang saat ini masih dihadapi adalah permasalahan listrik yang sebelumnya tidak dianggarkan. “Sekarang (listrik) sudah ada, kemarin di 2025 belum dianggarkan sekarang sudah dianggarkan,”ujarnya.
Dengan upaya-upaya ini bupati optimis dalam waktu dekat proyek ini sudah rampung, dengan memberi target paling lambat 20 Februari 2026. “Paling lambat, saya minta 20 Februari itu sudah mengalir. Astungkara ini kelihatannya sih saya punya keyakinan ini akan tercapai itu. Malah mungkin sebelum 20 (Februari),” kata Adi Arnawa.
Apabila target tersebut kembali meleset, pihaknya tak akan segan-segan melakukan evaluasi jajaran direksi Perumda Air Minum Tirta Mangutama. “Nanti kita lihat. Kalau memang enggak bisa ya mohon maaf, ya kita ganti,” pungkasnya. (lit,dha)








