
TABANAN – Badan Anggaran DPRD Tabanan menggelar rapat koordinasi dengan tim anggaran pemerintah daerah (TAPD) membahas KUA-PPAS RAPBD induk 2026, di ruang rapat pleno DPRD Kamis (2/10/2025).
Dalam rapat koordinasi dipimpin langsung Ketua DPRD Tabanan I Nyoman Arnawa bersama jajaran Badan anggaran. Sementara dari eksekutif dipimpin langsung Ketua TAPD yang juag Sekda I Gede Susila. Pembicaraan dalam rapat tersebut fokus pada upaya peningkatan pendapatan karena adanya penurunan dana transfer dari pusat yang mencapai Rp 101, 475 Miliar.
Hal tentu membuat pemerintah Tabanan pusing untuk mencari anggaran untuk membiayai pembangunan yang direncanakan. Sehingga rapat perdana ini fokus membahas upaya peningkatan pendapatan asli daerah (PAD) dan sumber-sumber pendapatan lainnya.
Selesai rapat ketua DPRD I Nyoman Arnawa mengatakan, bahwa dalam rapat tersebut pihaknya ingin mengetahui upaya eksekutif dalam upaya menutupi penurunan dana transfer dari pusat. Diakui, ada peningkatan target pendapatan asli daerah (PAD) sekitar 18 persen lebih pada tahun 2026 yang mencapai Rp 879 Miliar lebih.
“Kenaikan yang ditargetkan sedikit demi sedikit, saya ingin dan mendorong PAD Tabanan mencapai Rp 1 Triliun di tahun 2026,” tandas Arnawa.
Sekretaris DPC PDIP Tabanan membeberkan, ada beberapa hal yang bisa dilakukan eksekutif (TAPD). Salah satunya usulan sejak lama menerapkan e-ticketing di tiga DTW yang ada di Tabanan yakni tanah Lot, Ulun Danu Beratan dan Jatiluwih.
Selain itu juga memanfaatkan aset-aset yang dimiliki daerah secara maksimal untuk memberikan hasil bagi daerah. Seperti yang ada di Nyanyi, Beraban yang kini dikontrak salah satu usaha pariwisata harus jelas berapa nilainya. Begitupun aset yang lain harus dimanfaatkan untuk meningkatan pendapatan daerah.
“Usulan e-ticketing sudah disampaikan sejak lama, kenapa tidak pernah dilaksanakan. Apa masalahnya. Begitupun pemanfaatan aset belum maksimal. Kami mendorong agar kedua itu dioptimalkan,” ucapnya.
Sola rencana eksekutif akan meniru sistem e -ticketing di Kabupaten Sragen Jawa Tengah, pihaknya tentu saja mendukung. Selain itu bisa belajar ke Gianyar yang sudah menerapkan e-ticketing.
“Kalau memang begitu, kami mungkin akan studi tiru ke Sragen kalau memang disana e-ticketing sudah bisa diterapkan. Kita juga bisa belajar ke Gianyar. Kalau itu bisa diterapkan dan aset bisa dimanfaatkan secara optimal, saya yakin target PAD Rp 1 Triliun bisa dicapai,” tandasnya.
Sementara Sekda Gede Susila mengakui, adanya pengurangan dan transfer pusat. Meski demikian sampai saat ini pihaknya tetap pada rencana dan program yang disusun untuk APBD 2026 nanti. Pihaknya masih menunggu kemungkinan adanya anggaran lain seperti Dana Bantuan Keuangan Khusus (BKK) dari provinsi maupun kabupaten/kota.
“Kami masih menunggu hal itu, ” sebutnya.
Sementara iru dalam KUA-PPAS RAPBD induk 2026, Pendapatan daerah Kabupaten Tabanan direncanakan sebesar Rp 2.179.518.320.796 mengalami penurunan sebesar Rp 57.159.152.777 atau sekitar 2,56 % dibandingkan dengan APBD Induk Tahun 2025 sebesar Rp 236.677.473.573 .
Di Tahun 2026 Belanja Daerah Kabupaten Tabanan direncanakan sebesar Rp 2.247.345.876.702 mengalami penurunan sebesar Rp 66.100.596.871 atau sekitar 2,86 % dibandingkan dengan APBD Induk Tahun 2025 sebesar Rp 2.313.446.473.573. Defisit sebesar Rp 67.827.555.906 yang akan ditutup dari pembiayaan netto. (jon)








