
BADUNG – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Badung melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR), terutama Bidang Sumber Daya Air (SDA), hingga kini masih sibuk melakukan pembersihan sedimentasi di alur Tukad Mati. Sementara ini, setidaknya sudah 500-an truk sedimen yang berhasil diangkat dari daerah aliran sungai itu.
“Per hari kita kurang lebih 40 truk. Sudah mulai kerja 14 harian,” ucap Kepala Bidang (Kabid) SDA Dinas PUPR Badung, AA Rama Putra, Selasa (30/9/2025) malam.
Ratusan truk sedimen itu bukanlah terangkat dari keseluruhan panjang sungai. Melainkan hanya dari 100 meter alur sungai, dimulai dari titik trashrake Sunset Road, Kuta. “Sedimennya banyak sekali. Rata-rata ketebalannya bisa mencapai 2 meter,” sebutnya.
Dalam pelaksanaan pembersihan, sementara ini pihaknya mengerahkan 3 unit alat berat. Dengan rincian yakni satu amphibi untuk melakukan pengerukan pada alur sungai, satu unit spider untuk memuat sedimen ke truk, serta satu unit dozer dorong di lokasi pembuangan. “Atas persetujuan, sedimen hasil pembersihan kami angkut menuju lahan warga yang perlu ditimbun, di Jalan LC Baik Baik,” imbuhnya.
Sebagaimana perintah dari Bupati Badung, I Wayan Adi Arnawa, pembersihan sedimentasi Tukad Mati akan dilakukan hingga tuntas. Yakni atas kolaborasi bersama pihak Balai Wilayah Sungai (BWS) Bali Penida. “Pada hulu alur Tukad Mati, kita yang kerjakan. Sementara nanti pada hilir, itu akan dikerjakan BWS,” tambahnya.
Sementara ini, lanjut dia, tidak ada hambatan berarti dalam proses pembersihan. Apalagi pelaksanaannya notabene sudah atas izin dari pihak BWS Bali Penida. Di samping itu, masyarakat setempat juga dirasa sangat mendukung. “Kendalanya hanya satu, yakni soal kesadaran bersama untuk tidak buang sampah sembarangan,” pungkasnya. (adi)








