
TABANAN – Hujan deras yang mengguyur Tabanan pada Selasa malam (9/9/2025) mengubah suasana tenang Banjar Lembah Sanggulan, Kecamatan Kediri, Tabanan menjadi kepanikan. Sungai Yeh Dati meluap, membawa arus deras yang menghantam rumah-rumah di sekitarnya. Dalam hitungan jam, air naik cepat, merobohkan lima rumah dan memaksa 85 kepala keluarga berjuang menyelamatkan diri hanya dengan pakaian yang melekat di tubuh.
Salah satu saksi kejadian itu, Susiyani, masih belum bisa melupakan detik-detik mencekam tersebut. “Air sungai cepat sekali naiknya, dan saya tidak sempat menyelamatkan apa pun. Yang penting saya dan keluarga bisa selamat dari musibah ini,” ucapnya dengan mata berkaca-kaca, mengingat rumahnya yang kini tinggal puing.

Dua pekan setelah bencana, semangat warga untuk bangkit perlahan tumbuh. Rabu (24/9/2025), Taryan Group, pengembang Anantara Dragon Seseh Bali, membawa 40 paket sembako dan pakaian layak pakai untuk warga terdampak banjir.
“Kami berharap bantuan ini dapat sedikit meringankan beban para warga terdampak banjir. Kami memilih Banjar Lembah Sanggulan karena sebagian besar bantuan selama ini masih terfokus di wilayah Denpasar, sehingga daerah di luar Denpasar seperti Tabanan perlu lebih mendapat perhatian,” ujar Press-service of Taryan Group.
Warga menyambut antusias kepedulian tersebut. Di balik senyum dan ucapan terima kasih, terselip harapan agar penyebab banjir bisa segera diatasi.
Sementara, Syarif Hidayat, perwakilan warga, sejak banjir melanda, berbagai pihak telah menunjukkan kepeduliannya. “Bantuan terus berdatangan, bahkan Bupati Tabanan I Komang Gede Sanjaya sudah meninjau langsung lokasi terdampak. Tapi dukungan dari pihak swasta seperti ini sangat berarti, karena menunjukkan bahwa kami tidak sendirian,” katanya.
Aksi Taryan Group bukan hanya sebatas pemberian sembako atau pakaian. Lebih dari itu, kehadiran mereka menjadi tanda bahwa kepedulian bisa datang dari mana saja, bahkan dari pihak yang mungkin sebelumnya tak memiliki keterikatan langsung dengan desa ini.
Di tengah lumpur dan sisa puing, bantuan itu menjadi secercah harapan bahwa Lembah Sanggulan akan kembali pulih, sedikit demi sedikit. Taryan Group memilih untuk hadir, mendengar cerita, dan menyentuh hati warga. Sebuah langkah kecil yang berarti besar bagi mereka yang masih berjuang melanjutkan hidup setelah air bah merenggut rumah dan kenangan. (dha)








