
BULELENG – Wakil Bupati (Wabup) Buleleng Gede Supriatna menghadiri peringatan HUT ke-3 Komunitas Suka Duka Usaha Kecil Menengah (UMKM) Aluh.
Selain bukti nyata ketangguhan ekonomi kerakyatan, perkembangan pesat UMKM Aluh dalam 3 tahun terakhir juga diapresiasi sebagai solusi permanen dan bahkan digemakan sebagai solusi permanen dalam menghadapi krisis perekonomian di Kabupaten Buleleng.
“Kehadiran puluhan pelaku UMKM ini merefleksikan tranformasi sektor marginal menjadi lokomotif ekonomi baru paska krisis ekonomi akibat Pandemi Covid-19,” tandas Wabup Supriatna pada peringatan HUT ke-3 Suka Duka UMKM Aluh di Kedai Panji, Desa Panji Kecamatan Sukasada, Rabu (6/8/2025).
Mantan Ketua DPRD Kabupaten Buleleng ini menegaskan bangkitnya UMKM di Kabupaten Buleleng ini sekaligus menunjukkan ketahanan wirausaha lokal yang didukung pendampingan intensif dari pihak terkait antara lain Dinas Perdagangan, Perindustrian, Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (Disdagprinkop-UKM) Kabupaten Buleleng.
“Integrasi tiga sektor unggulan yaitu Pertanian, Pariwisata dan UMKM, kita harapkan dapat menjadi poros utama, strategi percepatan pemulihan perekonomian di Kabupaten Buleleng,” tegasnya.
Sebagai wujud dukungan, Pemkab Buleleng hadir dan berkomitmen memfasilitasi peran serta UMKM dalam berbagai kegiatan atau event seperti ‘Car Free Day’ setiap hari Minggu di RTH Taman Kota Singaraja maupun festival.
Selain akses pemasaran, kata Supriatna, dukungan berupa fasilitas ruang pertisipasi UMKM pada berbagai peluang, kesempatan ini juga merupakan salah satu bentuk komitmen Pemkab Buleleng dalam mendorong UMKM Naik Kelas dan terbangunnya ekosistem usaha berkelanjutan.
“Kami juga mempunyai rencana strategis, menyediakan tempat permanen di Jantung Kota Singaraja yang akan berfungsi sebagai etalase bergilir produk UMKM Buleleng, sekaligus pusat inovasi produk khas Buleleng,” tandas Supriatna diapresiasi Nyoman Suryanta. Sebagai Ketua Suka Duka UMKM Aluh sekaligus Ketua Panitia HUT ke-3 UMKM Aluh, Suryanta mengungkapkan selama 3 tahun ini, 40 anggota UMKM Aluh sudah memiliki legalitas usaha lengkap dengan Nomor Induk Berusaha (NIB).
Dengan telah memiliki NIB yang selama ini menjadi kendala administratif dalam pengembangan usaha, Komunitas Suka Duka UMKM Aluh ini fokus pada pengembangan dan pelestarian produk berbasis kearifan lokal. “Beragam usaha kuliner tradisional seperti Jaje Laklak dan Sate Plecing, kerajinan kayu hingga tenun endek khas Buleleng manjadi produk andalan pada acara peringatan HUT ke-3 Suka Duka UMKM Aluh yang dirangkaikan dengan acara pameran produk lokal Khas Buleleng,” terangnya. Ia juga menegasakan kesiapan UMKM Aluh untuk berkolaborasi dengan Pemkab Buleleng, termasuk Galeri UMKM yang sedang digodok Disdagprinkop-UKM Buleleng. “Dengan sistem pameran bergilir, setiap anggota mendapat kesempatan menampilkan produk unggulannya. Mekanisme ini juga diharapkan dapat memperluas jangkauan pasar sekaligus sinergitas pelaku usaha,” pungkasnya.kar








