
MANGUPURA – Gelombang pemutusan hubungan kerja (PHK) yang terjadi di Kabupaten Badung, cukup mengejutkan kalangan DPRD Badung. Pasalnya, PHK terjadi saat kunjungan wisatawan sedang ramai-ramainya.
Ketua DPRD Badung I Gusti Anom Gumanti mengaku PHK yang terjadi pada pekerja sektor pariwisata cukup aneh. Mengingat kondisi pariwisata Badung dan Bali saat ini cukup stabil. Tingkat kunjungan wisatawan juga tergolong tinggi. “Nah, inilah yang menjadi anomali kita di Badung. Kunjungan stabil tetapi kok terjadi PHK,” kata Anom Gumanti saat dikonfirmasi, Rabu (18/6/2025).
Politisi PDIP asal Kuta ini mengaku sangat menyayangkan terjadinya ratusan PHK ini. Karena besarnya angka PHK ini terjadi dalam kurun waktu yang singkat. Menyikapi kondisi ini, Anom Gumanti mengaku akan segera memanggil organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait seperti Dinas Pariwisata dan Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja untuk bersama-sama membahas masalah ini.
“Saya selaku ketua DPRD akan mengundang, dimana sih masalahnya? Apakah mungkin, seperti yang selama ini orang tuding, wisatawan tidak tinggal di hotel. Lantas tinggal dimana?,” tanya dia. Menurut Anom Gumanti benang kusut pariwisata yang berimbas pada PHK ini harus segera dibedah agar pemerintah bisa mencarikan solusi.
“Ini perlu dibahas agar kita bisa menyimpulkan langkah-langkah apa yang perlu diambil,” tegasnya. Bila data perusahaan yang melakukan PHK telah dikantongi, pihaknya selaku wakil rakyat bukan tidak mungkin akan turun langsung ke perusahaan tersebut. Tujuannya tentu untuk menggali persoalan hingga membuat perusahaan sampai melakukan PHK.
Seperti diketahui berdasarkan data Disperinaker Badung hingga bulan Mei 2025 sudah ada 117 PHK di Badung.PHK dominan terjadi di sektor pariwisata, baik itu hotel maupun restoran. (lit,dha)








