
BADUNG- Rumah Sakit Universitas Udayana (RS UNUD) menyelenggarakan kegiatan Bakti Sosial Kesehatan yang bertempat di lingkungan RS Universitas Udayana, Jimbaran, Bali, Jumat (13/6/2025). Acara ini mengusung tema “Reborn & Rebranding”, yang mencerminkan semangat pembaruan serta transformasi institusional rumah sakit dalam meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan, memperkuat peran sebagai rumah sakit pendidikan, serta membangun keterlibatan aktif dengan masyarakat luas.
Kegiatan ini diawali dengan upacara pembukaan yang berlangsung secara khidmat dan meriah. Acara dibuka secara resmi Rektor Universitas Udayana, Prof. Ir. I Ketut Sudarsana, S.T., Ph.D., yang dalam sambutannya menekankan pentingnya kolaborasi antara dunia akademik dan pelayanan kesehatan untuk menjawab tantangan zaman dan meningkatkan akses layanan medis yang humanis serta berbasis ilmu pengetahuan.
Rektor juga mengapresiasi peran serta seluruh elemen civitas akademika dan tenaga kesehatan yang telah berkontribusi dalam mewujudkan kegiatan ini.
Direktur Rumah Sakit Perguruan Tinggi Negeri (RSPTN) Universitas Udayana, Prof. Anak Agung Wiradewi Lestari, dalam laporannya menyampaikan bahwa tema “Reborn & Rebranding” menjadi titik awal penguatan identitas RS UNUD sebagai rumah sakit yang tidak hanya melayani secara profesional, tetapi juga hadir lebih dekat dengan masyarakat.
Rebranding yang dilakukan tidak hanya secara visual, tetapi juga secara substansial, dalam bentuk inovasi layanan, peningkatan kualitas SDM, dan penguatan sistem manajemen berbasis digital dan evidence-based medicine.
Acara pembukaan ini turut dihadiri oleh jajaran rektorat, kepala biro, para dekan fakultas, ketua lembaga, koordinator program studi, kepala lingkungan, serta residen dan staf medis Rumah Sakit Universitas Udayana. Masyarakat sekitar juga hadir dan turut antusias mengikuti seluruh rangkaian kegiatan.
Setelah prosesi pembukaan, acara dilanjutkan dengan senam sehat bersama yang dipandu oleh tim dari PEROSI (Perhimpunan Osteoporosis Indonesia).
Kegiatan ini bukan hanya menjadi ajang olahraga bersama, tetapi juga merupakan bagian dari promosi kesehatan yang menekankan pentingnya gaya hidup aktif dan pencegahan penyakit sejak dini.
Nuansa penuh semangat dan kebersamaan terasa kental saat seluruh peserta, mulai dari pimpinan universitas hingga masyarakat umum, bergerak bersama dalam satu irama kebugaran.
Rangkaian utama acara dilanjutkan dengan pelayanan bakti sosial kesehatan, yang melibatkan berbagai bidang spesialisasi medis dari RS Universitas Udayana. Pelayanan ini diberikan secara gratis kepada masyarakat dan mencakup:
• Spesialis Ortopedi dan Traumatologi: pemeriksaan muskuloskeletal, konsultasi gangguan sendi dan tulang.
• Spesialis Mata: pemeriksaan tajam penglihatan, skrining katarak, dan edukasi kebersihan mata.
• Patologi Klinik: pemeriksaan laboratorium sederhana untuk deteksi awal penyakit metabolik dan infeksi.
• THT-KL: pemeriksaan telinga, hidung, dan tenggorokan, termasuk edukasi terkait infeksi saluran napas.
• Neurologi: konsultasi gangguan saraf, seperti stroke ringan, neuropati, dan nyeri kepala.
• Kardiologi: pemeriksaan tekanan darah, EKG, dan edukasi risiko penyakit jantung.
• Bedah Umum: konsultasi benjolan, gangguan pencernaan, serta edukasi deteksi dini kanker.
• Penyakit Dalam: skrining diabetes, hipertensi, dan edukasi gaya hidup sehat.
• Psikiatri: edukasi kesehatan mental, konseling ringan, serta skrining gangguan emosional.
• Kulit dan Kelamin: pemeriksaan dan edukasi gangguan kulit seperti dermatitis dan infeksi jamur.
Partisipasi aktif para residen dari berbagai departemen menjadi kekuatan utama dalam menyukseskan kegiatan ini, sekaligus menjadi bagian dari pembelajaran klinis mereka dalam memahami kebutuhan nyata masyarakat di lapangan.
Di sisi lain, masyarakat juga sangat antusias mengikuti layanan pemeriksaan dan edukasi kesehatan ini, yang diharapkan dapat meningkatkan kesadaran akan pentingnya deteksi dini dan penanganan preventif terhadap berbagai penyakit.
Melalui kegiatan bakti sosial ini, RS Universitas Udayana menegaskan kembali peran strategisnya sebagai rumah sakit pendidikan yang adaptif, responsif, dan berpihak pada kesehatan masyarakat.
Tema “Reborn & Rebranding” menjadi lambang semangat baru dalam menghadirkan wajah RS UNUD yang lebih modern, inklusif, dan berdaya saing, tanpa meninggalkan akar nilai-nilai pengabdian dan kolaborasi lintas disiplin.
Kegiatan ini diharapkan dapat menjadi agenda rutin tahunan dan menjadi jembatan yang mempererat relasi antara akademisi, praktisi, dan masyarakat, sekaligus menjadi wujud nyata dari tridharma perguruan tinggi: pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.(*/jon)








