
KLUNGKUNG – Masalah kemiskinan menjadi persoalan utama Desa Bungamekar, Kecamatan Nusa Penida, Kabupaten Klungkung. Tercatat, 333 kepala keluarga (KK) di wilayah tersebut yang kehidupannya jauh dari kata layak.
Dari angka itu, terdapat 9 KK miskin permanen. Kondisi rumah yang ditempati masih beratapkan asbes rusak, dinding gedek dengan lantai masih tanah. Bahkan, tempat tinggal mereka belum teraliri listrik dan air.
Rumah ditempati pasangan suami istri Made Kama (56) dan Ni Wayan Cablik (55) warga Dusun Sompang misalnya, tempat tidur dan dapur dalam satu bangunan. Lantaran kondisi tersebut, anak semata wayangnya, Made Putra (29) terpaksa tinggal di rumah keluarganya. Sedangkan listrik dan air dibantu oleh iparnya yang jarak rumahnya selemparan batu. “Keseharian saya hanya pelihara babi. Suami bekerja ke tegalan, itu pun selaku penggarap,”ujar wanita paruh baya ini saat dikunjungi Bupati Klungkung I Nyoman Suwirta, Jumat (6/11/2020).
Kondisi sama juga dialami keluarga I Nyoman Putra (40) yang menempati satu rumah berukuran sekitar 4 x 4 bersama istrinya Kadek Oka Yulianti serta ketiga anaknya, Putu Putri Meika Nusayanti (17), Agus Wilijana Dwicandra (17) dan Made Dwi Marsaka Wiradana (9).
Bupati Klungkung I Nyoman Suwirta merasa prihatin sekaligus heran melihat kondisi warganya. “Kok bisa seperti ini pak kadus ? Apa tidak diusulkan ? ,” tanya Suwirta yang dalam kunjungannya itu didampingi Kadis Sosial, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Gusti Ngurah Agung Putra Mahajaya.
Ternyata, rumah Ni Wayan Cablik belum tercatat dalam rencana bedah rumah tahun 2021. Namun, dari keterangan Kadus Sompang Ketut Merta, rumah Ni Wayan Cablik sudah pernah diusulkan tahun 2019. “Tapi karena tahun 2020 ada Covid-19, kegiatan tidak jalan,” kata Ketut Merta.
Bupati Suwirta meminta agar rumah Ni Wayan Cablik menjadi prioritas bedah rumah. Suwirta menegaskan, sesuai arah kebijakan dirinya, anggaran desa dan alokasi dana desa tahun 2021 agar difocuskan untuk penanganan kemiskinan dan penanganan sampah. “Kalau sampah sudah tertangani fokus dengan penanganan kemiskinan,” kata Bupati Suwirta.
Orang nomor satu di Pemkab Klungkung itu juga memberikan perhatian serius soal bea siswa miskin. Sebab, sejumlah warga miskin mengadukan langsung ke bupati, anak mereka terkadang dapat bea siswa miskin, kadang tidak.”Aneh kan ? dana ada, tapi kembali. Di sisi lain ada yang tidak dapat bea siswa miskin,” ungkapnya.
Menurutnya, hal itu terjadi karena sosialisasi yang tidak maksimal, kurangnya koordinasi serta pendataan tidak akurat. Bupati Suwirta memerintahkan Kadisdik Dewa Gede Darmawan memaksimalkan sosialisasi hingga ke semua desa. (yan)








