
DENPASAR – Pengurus Perhimpunan Jurnalis (PENA) NTT Bali periode 2025-2028 resmi dilantik oleh Ketua Dewan Penasehat PENA NTT Emanuel Dewata Oja, di Hotel Puri Ayu, Denpasar pada Sabtu (31/5/2025).
PENA NTT Bali periode 2025 – 2028 resmi dinakhodai Agustinus Apollonaris Klasa Daton didampingi Sekretaris Erik Seran serta pengurus lainnya. PENA NTT hadir sebagai wadah jurnalis Bali asal NTT sejak 15 Juni 2015.
Hingga saat ini anggota Pena NTT Bali berjumlah 43 wartawan yang tergabung di berbagai media cetak, elektronik dan platform baik lokal, nasional dan asing.
“Karena kebersamaan dan kekompakan maka kami bersepakat dalam satu wadah Pena NTT dan terus bergerak dengan visi dan misi ‘Dari Bali Untuk Indonesia’. Dengan tagline ini, maka dalam kepengurusan kami tiga tahun ke depan tiga tema yang akan kami turunkan dalam program kerja,” ungkap Apollonaris dalam sambutannya.
Tiga program kerja tersebut, sebut dia, pertama Kebersamaan dan Persaudaraan, kedua sakit dan kedukaan, serta ketiga adalah profesi.
“Ketika algoritma menggantikan ruang redaksi. Jurnalis sepertinya tak berdaya. Perhimpunan PENA NTT bukan sekadar organisasi. Ia adalah rumah. Rumah bagi nurani, keberanian, dan solidaritas dan rumah untuk tetap melayani,” tegasnya.

Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT) Emanuel Melkiades Laka Lena, yang dalam kesempatan tersebut diwakili oleh Kepala Biro Administrasi Pimpinan Setda Provinsi NTT Prisila Qunegunda Parera, mengucapkan selamat atas terpilihnya Apollanaris Daton sebagai Ketua PENA NTT.
Menurutnya, kehadiran organisasi profesi jurnalis atau wartawan menjadi jembatan promosi untuk memperkenalkan kekayaan NTT melalui pemberitaan.
“Oleh sebab itu, pada kesempatan ini, Saya, selaku Kepala Pemerintahan, Pembangunan dan Kemasyarakatan Provinsi Nusa Tenggara Timur, Menyampaikan terima kasih, atas peran dan fungsi Pena NTT dalam ambil bagian dari pembangunan Nusa Tenggara Timur,” ungkap Prisila membacakan sambutan Gubernur NTT.
Ia juga berharap, dengan dilantikan kepengurusan baru PENA NTT periode 2025-2028 ini bisa meningkatkan pemberitaan untuk pembangunan, membangun ekosistem media yang sehat, profesional.
Sementara itu, Kepala Biro Humas dan Protokol Setda Provinsi Bali Ida Bagus Manuaba yang datang mewakili Gubernur Bali Wayan Koster menyatakan, PENA NTT bisa menjadi wadah mempererat soliditas sesama jurnalis, meningkatkan profesionalisme.
“Serta terus mendorong jurnalis yang menjunjung itikad dan menjawab tantangan zaman. Dengan kekuatan lebih dari 50 media online, cetak dan elektronik yang berada di dalam wadah PENA NTT ini. saya berharap PENA NTT, di samping menjalankan misinya sebagai media informasi juga menjadi agen perubahan yang dapat membantu Pemerintah Provinsi Bali dalam menyelesaikan berbagai persoalan, khususnya yang berkaitan dengan keamanan, ketertiban dan kedamaian di tengah semakin padat dan heterogennya masyarakat Bali,” tutur Manuaba, membacakan sambutan Gubernur Bali. (dha)








