
MANGUPURA – Program bantuan uang hari raya keagamaan terus bergulir di Kabupaten Badung, akan tetapi sebagian masyarakat mengaku belum menerima bantuan Rp 2 juta per Kepala Keluarga (KK). Padahal mereka mengaku telah memenuhi semua persyaratan yang ditentukan.
Warga yang tercecer sebagian besar yang beragama Hindu, yang pencairannya sebenarnya telah dilakukan sebelum Hari Raya Galungan. Namun sebagian baru bisa dicairkan menjelang Hari Raya Kuningan, akan tetapi sebagian lagi masyarakat mengaku belum menerima bantuan yang merupakan janji kampanye pasangan Wayan Adi Arnawa- Bagus Alit Sucipta (Adicipta).
Kondisi ini diakui Bupati Adi Arnawa saat memberikan sambutan pada penyerahan bantuan hari Raya Waisak untuk umat Budha di Kuta belum lama ini. Bupati menegaskan program bantuan hari raya keagamaan diberikan untuk warga ber KTP Badung yang memenuhi persyaratan.
Pihaknya meminta masyarakat yang belum menerima bantuan, agar bersabar. “Mungkin ada yang belum menerima, kami harap bersabar. Mungkin ada masalah teknis, bagaimana dengan rekeningnya, termasuk juga sedang di-cleansing oleh Dinas Sosial,” ujarnya.
Tahapan cleansing data ini dilakukan untuk memastikan penerima memang berhak sesuai persyaratan, sehingga tidak ada permasalahan dikemudian hari. Pihaknya berharap program-program akan terus berjalan di kemudian hari, sambil terus dilakukan evaluasi, sehingga bisa berjalan lebih baik.
Seperti diketahui Pemkab Badung telah meluncurkan program bantuan uang hari raya keagamaan dengan nilai Rp2 juta per KK. Bantuan ini diberikan untuk menekan inflasi, dimana menjelang hari raya keagamaan akan terjadi kenaikan harga-harga komoditi. Jumlah penerima bantuan ini total sebanyak 96.438 KK, terdiri dari sebanyak 85.653 KK beragama Hindu, 7.430 KK beragama Islam, 3.145 KK beragama Kristen dan 255 KK beragama Budha. (lit,dha)








