
GIANYAR – Tingkat konsumsi ikan air tawar dan ikan laut di Kabupaten Gianyar termasuk terendah di Bali.
Mengacu data statistik tahun 2023, rata-rata hanya 39,6 kg per kapita. Sedangkan rata-rata nasional 57,6 kg per kapita. Angka ideal untuk pemenuhan nutrisi 72 kg per kapita.
Salah satu kabupaten yang sudah di atas rata-rata nasional adalah Jembrana dengan tingkat konsumsi mencapai 60 kg perkapita.
Kabupaten lain yang tingkat konsumsi ikan terendah adalah Tabanan dengan konsumsi 40 kg perkapita disusul Denpasar 41 kg per kapita dan Bangli dengan konsumsi 41 kg per kapita.
Kondisi ini berbanding terbalik dengan kondisi nelayan dan banyaknya kuliner laut termasuk memiliki pesisir dan nelayan aktif. Belum lagi potensi ikan air tawar dengan banyaknya sungai yang berpotensi menghasilkan ikan air tawar segar.
Potensi air tawar di Gianyar dengan kolam seluas 38,6 hektar dengan produksi 1.132 kg per tahun. Sedangkan hasil tangkapan nelayan dengan rata-rata pertahun sebanyak 1.998 kg ikan laut. Produksi ini masih kurang untuk memenuhi tingkat konsumsi ikan di Gianyar.
Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Kelautan, Dewa Hariani, Kamis (27/2/2025) tidak memberikan data pembanding terkait hal itu.
Namun, ia menyebutkan usaha-usaha untuk meningkatkan konsumsi ikan dan Gianyar sudah diupayakan melalui sosialisasi di sekolah.
Upaya lainnya dengan mengadakan lomba kuliner dengan bahan dasar ikan, baik ikan laut dan ikan air tawar.
“Hal lain yang kami lakukan dengan memberikan pemahaman kepada Ibu-ibu PKK yang selanjutnya di setiap rumah tangga agar bisa terhidang ikan. Disisi lain, Gianyar sendiri terkenal dengan ikon babi guling, sehingga tingkat konsumsi protein sudah memadai. (jay)








