
DENPASAR – Bali dipastikan menjadi host atau tuan rumah Kejuaraan Dunia Panjat Tebing yang rencananya digelar pada pertengahan Mei tahun 2025 ini.
Meski demikian kepastian tersebut diharapkan tidak berubah sampai jelang kejuaraan tersebut digelar walaupun sampai saat ini belum ada perubahan apapun juga.
“Kalau sementara ini sudah fix semuanya di Bali dan sudah ada dua pilihan dari venue pertandingan yang ada di Bali yang sudah disodorkan dan sudah di survey. Ya semoga jaga nada perubahan tuan rumah di last minute Kejuaraan nantinya,” kata Binpres PP FPTI Bali dari Bali, Suhardi Eka Prasetya saat dikonfirmasi, Selasa (21/1/2025).
Dua venue yang diajukan tersebut tak lain yakni kompleks Garuda Wisnu Kencana (GWK) dan di Nusa Dua yakni di kawasan BTDC.
Hanya menurutnya, kemungkinan besar kawasan BTDC lebih berpeluang besar untuk menjadi tempat gelaran lantaran di kawasan GWK ada kendala terkait tiket masuk penontin dan lainnya.
“Kalau soal nomor yang dipertandingkan memang rencananya yakni nomor Speed dan Lead. Kemungkinan dua nomor teresbut yang dipertandingkan. Pasalnya semua itu masih di susun dan belum ada informasi pastinya. Kita tunggu saja,” tegas Suhardi yang berprofesi sebagai ASN di Disdikpora Provinsi Bali itu.
Terkait atlet Bali yang akan turun di world Cup tersebut, dirinya menyebutkan jika nama Desak Made Rita Kusuma Dewi dan kemungkinan besar generasi Desak Made Rita dari Bali yakni Kadek Adi Asih juga ambil bagian karena mampu meraih medali emas di PON 2024 lalu.
“Kalau soal atlet panjat tebing Bali yang potensi memang banyak. Namun tergantung PB FPTI nantinya. Apakah mau menurunkan atlet panjat tebing Indonesia yang papan atas atau dicampur dengan atlet panjat tebing Indonesia lapis dua juga. Itu wewenng PB FPTI. Kalau atlet papan atas nama Desak Made Rita memang sudah masuk termasuk atlet panjat tebing Indonesia papan atas yang juga dimiliki provinsi lainnya di Indonesia,” papar Suhardi.
Lantas jika level dunia atlet mana saja yang akan menjadi rival berat Indonesia ? Suhardi menyebutkan atlet dari Korea, Jepang, Amerika dan Iran. Negara itu juga turut ambil bagian pada Olimpiade lalu.
“Ya karena mereka juga turun di Olimpiade lalu maka jelas persaingan akan ketat dan sengit sekali. Namun kalau bicara peluang, tetap saja semua berpeluang termasuk para atlet panjat tebing Indonesia,” pungkas Suhardi Eka Prasetya. (ari/jon)








