
DENPASAR – Pantai Sanur menjadi salah satu lokasi favorit untuk menikmati matahari terbit (sunrise) di Bali.
Pantai berpasir putih ini menyuguhkan panorama eksotik tatkala sang surya perlahan terbit dari timur lengkap dengan panorama Kepulauan Nusa Penida, hingga Gunung Agung yang menjulang tinggi.
Kepala Bidang Pemasaran Pariwisata, Dinas Pariwisata Bali, Ida Ayu Indah Yustikarini mengatakan, panjang garis Pantai Sanur mencapai 6 – 8 kilometer.
Membentang mulai dari ujung timur Pantai Matahari Terbit hingga ujung barat Pantai Mertasari.
“Lokasinya tenang dan tidak ada ombak karena bukan laut lepas, sehingga aman untuk berenang,” ujarnya, Senin (27/4/2026).
Perempuan yang akrab disapa Dayu Indah ini menuturkan bahwa kawasan Sanur terkenal diawali dengan setelah invasi Belanda ke Bali pada tahun 1906. Pantai ini menjadi lokasi mendaratnya pasukan Belanda.
Seiring berjalannya waktu, lanjut dia, Pantai Sanur mulai berkembang pesat sejak tahun 1930-an melalui promosi pelukis Belgia, A.J. Le Mayeur.
Jejak sang pelukis ini pun masih bisa dilihat di Museum Le Mayeur yang terletak di tepi Pantai Sanur.
“Pantai Sanur menjadi salah satu pusat pariwisata tertua di Bali, dan menjadi cikal bakal pariwisata Bali,” ungkapnya.
Dayu Indah juga menuturkan, dari buku Karakteristik dan Indeks Kepuasan Wisatawan Mancanegara 2025 yang diterbitkan Dinas Pariwisata Bali bekerjasama dengan Pusat Unggulan Pariwisata Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Udayana, selain pariwisata budaya, daya tarik wisata alam juga menjadi komponen utama yang membentuk identitas citra pariwisata internasional.
Dari hasil survey, lanjut dia, pantai menjadi daya tarik wisata yang paling diminati dikunjungi wisatawan saat berlibur ke Pulau Dewata dengan persentase mencapai 28,2 persen.
“Setelah pantai, favorit kunjungan wisatawan yakni wisata air terjun, wisata bahari, persawahan, gunung, hutan, danau, dan lainnya,” pungkasnya. (jay/jon)








