
TABANAN – Beban kerja BPBD Tabanan dengan banyaknya bencana terutama pohon tumbang di wilayah Tabanan sangatlah berat. Disisi lain, sarana dan prasarana pendukung tugas masih terbatas terutama kendaraan truk skylift atau crane.
Hal tersebut terungkap dalam rapat kerja Komisi IV DPRD Tabanan dengan OPD terkait termasuk BPBD , Selasa (31/3/2026).
Dalam rapat yang dipimpin ketua Komisi IV , I Gusti Komang Wastana tersebut, Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Tabanan I Nyoman Srinadha Giri mengusulkan pengadaan truk skylift atau crane untuk mendukung penanganan pohon tumbang.
Selama ini, keterbatasan alat membuat petugas harus bekerja dengan cara darurat yang berisiko.
“Dengan beban kerja kami saat ini, kami mengusulkan untuk pengadaan truk skylift atau crane, kami mohon dukungan dari dewan,” katanya
Dia mengatakan usulan tersebut sudah diajukan ke Kementerian Dalam Negeri. Nilai pengadaan diperkirakan sekitar Rp 2,5 miliar.
“Alat ini sangat dibutuhkan untuk memudahkan pekerjaan dan menjaga keselamatan petugas,” ujarnya.
Menurutnya, sky lift bisa menjangkau ketinggian hingga sekitar 10 meter. Sementara saat ini, petugas sering kesulitan menangani pohon tinggi dan harus memanfaatkan kendaraan yang ada di lokasi.
Ia mencontohkan kejadian di Desa Abiantuwung, saat pohon beringin tumbang dan melilit kabel. Petugas bahkan harus menghentikan truk tronton untuk membantu penanganan.
“Kami terpaksa menyetop kendaraan truk tronton di lapangan. Petugas naik truk tronton agar bisa memotong dahan yang patah. Ini sangat berisiko bagi petugas,” sergahnya.
Selain itu, pohon tumbang yang menimpa rumah warga juga berpotensi menambah kerusakan jika tidak ditangani dengan baik. BPBD berharap pengadaan skylift bisa direalisasikan tahun ini agar penanganan bencana lebih cepat dan aman.
“Kami mengutamakan keselamatan petugas dan meminimalisir kerusakan yang ditimbulkan akibat bencana pohon tumbang, maka kami mengusulkan untuk pengadaan truk skylift,” imbuhnya.
Selain itu kami juga secara rutin melakukan mitigasi dan sosialisasi ke masyarakat. Hal ini dilakukan, masyarakat siaga ketika terjadi bencana dan menyelamatkan diri atau harta benda mereka.
“Kami berupaya meminimalisir terjadinya kerugian masyarakat akibat bencana,” pungkasnya.
Sementara Gusti Komang Wastana mengharapkan petugas BPBD tetap bekerja dengan optimal di tengah keterbatasan yang ada. Pasalnya ini berhubungan langsung dengan keamanan dan kenyamanan masyarakat.
Pihaknya tentu sangat mendukung upaya BOBD untuk mengusulkan pengadaan sarana prasarana pendukung berupa truck Skylift atau crane. (jon)








