
DENPASAR – Ajang Grand Final Pemilihan Teruna Teruni Denpasar (TTD) 2026 berlangsung semarak di Gedung Dharma Negara Alaya, Sabtu (21/2) malam. Dari panggung bergengsi tersebut, Kadek Refan Resepiyan Arthadi dan Wayan Inggi Pratiwi resmi dinobatkan sebagai Teruna Teruni Denpasar Tahun 2026.
Malam puncak tersebut turut dihadiri Wakil Wali Kota Denpasar I Kadek Agus Arya Wibawa bersama Ny. Ayu Kristi Arya Wibawa, serta Sekretaris Daerah Kota Denpasar I Gusti Ngurah Eddy Mulya didampingi Ny. I Gusti Ayu Putu Suwandewi Eddy Mulya, beserta undangan lainnya.
Sebanyak 10 pasang finalis yang telah melewati proses seleksi ketat sejak Januari 2026 tampil menyampaikan narasi, gagasan, serta visi mereka di hadapan dewan juri dan tamu undangan. Dari proses tersebut, terpilih tiga pasang terbaik yang melaju ke babak tiga besar.
Pada sesi penentuan, Wakil Wali Kota Denpasar memberikan pertanyaan langsung kepada finalis Teruna, sementara Ny. Ayu Kristi Arya Wibawa menguji finalis Teruni. Jawaban yang lugas, percaya diri, dan berbobot mengantarkan Kadek Refan Resepiyan Arthadi dan Wayan Inggi Pratiwi meraih posisi Winner (Juara I) sekaligus menyandang gelar Teruna Teruni Denpasar 2026.
Wali Kota Denpasar I Gusti Ngurah Jaya Negara dalam sambutan yang disampaikan melalui tayangan video menegaskan bahwa ajang TTD merupakan momentum strategis dalam melahirkan generasi muda unggul sebagai duta wisata dan budaya Kota Denpasar.
“Melalui pemilihan TTD 2026 ini diharapkan lahir anak-anak muda yang tidak hanya berintegritas, tetapi juga mampu menjadi teladan dalam menjaga dan merawat budaya adiluhung serta mengharumkan nama Kota Denpasar,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua Pemilihan TTD 2026, I Gusti Ngurah Agung Dhanu Pranadhitya menjelaskan, proses seleksi tahun ini diikuti 111 pendaftar sejak tahap awal. Seleksi berjenjang kemudian menyaring peserta menjadi 20 besar, 10 besar, hingga akhirnya menetapkan para finalis di malam puncak.
Para finalis menjalani rangkaian kegiatan komprehensif, mulai dari pra-karantina, photoshoot, program Explore Denpasar, tes esai, tes bakat, deep interview, pre-eliminary show, hingga karantina sebelum tampil di grand final.
“Sebagai duta budaya dan wisata, Teruna Teruni tidak cukup hanya berpenampilan menarik, tetapi juga harus memiliki kemampuan, wawasan, dan intelektualitas yang baik,” tegas Dhanu.
Mengusung tema Tejakshita Anderpati, ajang tahun ini menekankan semangat generasi muda Denpasar yang menyala bak api yang tak padam, berpadu keberanian dan integritas. Diharapkan, para yowana Kota Denpasar mampu menjadi cahaya terang dalam menjaga, melestarikan, dan mewariskan seni budaya adiluhung di tengah dinamika zaman. (sur)








