
DENPASAR – Selama masa libur panjang, Penyaluran program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Bali difokuskan pada kelompok 3B, yakni ibu hamil (bumil), ibu menyusui (busui), dan balita.
Koordinator Badan Gizi Nasional Provinsi Bali (BGN) Bali, Risca Christina, Selasa (17/2/2026), mengatakan kebijakan tersebut diambil karena sebagian besar siswa sedang menikmati masa libur panjang.
“Untuk MBG itu tetap berjalan, tapi berfokus pada penerima manfaat 3B bumil, busui, dan balita saat libur panjang kemarin sampai saat ini,” kata Risca di Denpasar.
Ia menjelaskan, masa libur siswa berlangsung sejak akhir pekan lalu dan akan berlanjut hingga Sabtu, 21 Februari 2026.
Kondisi ini menyulitkan apabila pihak sekolah diminta mengumpulkan siswa hanya untuk pembagian MBG.
Sebaliknya, penyaluran kepada kelompok 3B dinilai lebih efektif karena selama ini Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di bawah BGN Bali telah bekerja sama dengan posyandu.
“SPPG kami arahkan untuk mengumpulkan kader posyandu atau kader BKKBN yang bisa membantu, biasanya kumpul itu di balai banjar atau di puskesmas. Kami taruh di sana, nanti 3B itu dikumpulkan dan dibagikan MBG-nya,” terangnya.
Risca menyebutkan, sejauh ini tidak ada keluhan dari siswa terkait penghentian sementara pembagian MBG saat libur panjang.
Menurutnya, setiap SPPG telah berkoordinasi dengan sekolah dan menyepakati bahwa distribusi untuk siswa mengikuti kalender akademik.
“Program ini tidak memaksakan. Kalau memang libur, ya libur. Kalau memang pihak sekolah bersedia untuk mengumpulkan siswanya, kami juga tetap siap untuk memberikan MBG,” kata dia.
Saat ini, BGN Bali belum merinci jumlah pasti bumil, busui, dan balita penerima program.
Secara keseluruhan di Bali terdapat 178 SPPG, dengan 147 di antaranya sudah aktif melayani sekitar 507 ribu siswa, ibu hamil, ibu menyusui, dan balita sebagai penerima manfaat.
Untuk kelompok 3B, anggaran bahan baku MBG dipatok sama dengan alokasi bagi siswa SMA, yakni Rp10.000 per porsi.
Risca menambahkan, sejumlah SPPG baru masih melakukan pendataan penerima 3B. Program ini juga secara berkala diaudit oleh inspektorat maupun BPKP, umumnya satu hingga dua bulan sekali.
Meski data terperinci masih dalam proses, setiap harinya tercatat ratusan bumil, busui, dan balita di seluruh kabupaten/kota di Bali menerima manfaat MBG. (jay/jon)








