
DENPASAR – Pemerintah Provinsi Bali terus mendorong pelestarian aksara Bali melalui pemanfaatan teknologi digital. Salah satu langkah strategisnya penggunaan keyboard aksara Bali di sekolah-sekolah. Strategi ini merupakan pekerjaan rumah (PR) yang diberikan Gubernur Bali Wayan Koster kepada kepala dinas pendidikan.
Dikonfitmasi hal tersebut, Kepala dinas pendidikan dan juga mangan Plt Kadis Kebudayaan belum lama ini, Ida Bagus Gde Wesnawa Punia mengatakan, penggunaan keyboard aksara Bali tidak hanya menyasar ke sekolah yang kewenangan Pemerintah Provinsi Bali, tetapi juga akan diperluas hingga kekewengan kabupaten dan kota.
“Untuk penggunaan keyboard Basa Bali, selain saya selaku Plt Kepala Dinas Kebudayaan, juga sebagai Kepala Dinas Pendidikan, Kepemudaan, dan Olahraga Provinsi Bali, kami sudah melakukan sinergi sesuai arahan dan pesan-pesan yang disampaikan,” ujar Wesnawa, Rabu (4/2/2026).
Ia menjelaskan, optimalisasi penggunaan aksara Bali melalui keyboard tidak hanya diterapkan di jenjang SMA, SMK, dan SMP yang menjadi kewenangan provinsi, tetapi juga akan dikolaborasikan dengan pemerintah kabupaten/kota hingga tingkat SMP dan SD.
“Ini strategi ke depan. Dari penggunaan aksara melalui keyboard, otomatis kita bisa memperkuat kearifan lokal dan memastikan karakteristik aksara Bali tetap digunakan oleh generasi-generasi muda,” jelasnya.
Terkait implementasi dalam dunia pendidikan, Wesnawa menyebutkan bahwa secara regulasi dari Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi, muatan lokal sudah memungkinkan dimasukkannya penggunaan aksara Bali dalam kurikulum.
“Kami di Dinas Pendidikan sudah menyusun Tata Kelola SDM Bali Unggul, termasuk kearifan lokalnya. Tinggal di tahun ajaran 2026 nanti, kami melakukan inovasi dan transformasi tata kelola pendidikan yang lebih mensejahterakan, merata, dan berdampak bagi masyarakat,” katanya.
Mengenai rencana pembagian keyboard aksara Bali, Wesnawa menegaskan hal tersebut masih akan dikaji lebih lanjut.
“Apakah nanti digratiskan atau dikolaborasikan dengan dana yang sudah dialokasikan di masing-masing satuan pendidikan, itu masih kita kaji. Prinsipnya adalah sinergi dan penggunaan anggaran yang efektif dan efisien,” pungkasnya. (jay/jon)








